Otomotif

Teknik mengemudi dan doa saat melewati jalan menanjak dan menurun

Memasuki jalan menanjak di beberapa daerah khususnya tempat wisata, memerlukan keahlian dalam mengemudi. Terlebih jika dalam kondisi macet dan posisi mobil dengan transmisi manual perlu teknik mengemudi dan doa di jalan menanjak.

Pada kondisi ini, diperlukan keahlian agar saat mobil berjalan di tengah tanjakan mesin tidak mati karena kelebihan bukaan kopling ada teknik khusus yang perlu diperhatikan pengemudi dalam kondisi mobil berjalan di tengah tanjakan.

Pertama, pastikan rem tangan masih aktif. Saat akan berjalan lepas kopling perlahan dengan gas aga mobil berjalan. Saat mobil dirasa telah berjalan, turunkan tuas rem tangan segera. Langkah ini perlu dilakukan agar mobil tidak berjalan mundur dan mengakibatkan tabrakan dengan mobil lain di belakangnya.

Kepadatan pemudik beberapa tahun kebelakang.
Ilustrasi pemudik yang akan ke kampung halaman Foto: ist

Selain tekhnik mengemudi tersebut, bagi pengemudi yang melewati jalan menanjak diperlukan ketenangan dalam mengemudi untuk meningkatkan konsentrasi. Terdapat doa bagi umat muslim agar kita selalu terjaga dalam lindungan Allah SWT.

Baca juga: Kaget! Harga Honda Vario di Jepang tembus Rp50 jutaan, kenapa?

Saat menaiki kendaraan terdapat doa yang bisa dibaca pengemudi dan keluarga untuk mendapatkan keselamatan dan lindungan Allah SWT. Doa tersebut dalam bahasa Indonesia yakni :

Subhaanalladzi sakhkhoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa innaa ila robbinaa lamunqolibuun

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Kemacetan di jalur mudi tol Foto: ist

Selain doa tersebut, dalam ajaran umat muslim, terdapat pula dzikir yang bisa dibaca saat melewati jalan menanjak maupun menurun. Dari Jabir Radhiyallahu anhu mengatakan: “Apabila kami melewati jalanan naik, kami membaca takbir:

“Allahu akbar”

Artinya Allah maha besar

Dan jika melewati turunan maka dzikir yang bisa dibaca yakni:

Subhanallah

“Maha suci allah”

Ilustrasi suasana jaalan tol saat mudik Foto: ist

Tak hanya dalam melakukan perjalanan, saat hendak pulang umat islam juga disunahkan membaca doa ini:

Aayibuuna taa-ibuuna ‘aabiduuna lirobbinaa haamiduuna

Artinya: “Kami kembali dalam keadaan bertaubat dan menyembah kepada Rabb kami, dan memuji-Nya.” (HR Muslim Nomor 1342)

Doa dan zikir ini bisa diamalkan bagi umat islam yang ingin melakukan setiap perjalanan dan menemui jalan menanjak dan menurun. Namun doa ini bersifat sunah, dan perlindungan dalam perjalanan tentu harus didukung dengan ikhtiar yakni tetap berkendara secara aman dan mematuhi aturan lalu lintas.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close