Unik

Teks eksplanasi bertujuan menjelaskan informasi, pahami 3 strukturnya

Teks ekplanasi sering kita temui sehari-hari. Hal itu sebagai bagian dari materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA. Teks eksplanasi bertujuan untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu hal bisa terjadi.

Melalui teks eksplanasi, diharapkan pembaca bisa memahami proses dan peristiwa sejelas mungkin. Karena teks eksplanasi bertujuan menjelaskan tata cara atau proses maka harus terdiri dari fakta. Penulis perlu menyajikan fakta untuk menjelaskan sebab dan akibat. Makanya kebanyakan teks eksplanasi sifatnya ilmiah atau ilmu pengetahuan.

Pengertian teks eksplanasi

Pengertian teks eksplanasi dirangkum dari berbagai sumber. Menurut Priyatni, teks eksplanasi menjelaskan tentang proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya. Sebuah teks eksplanasi berasal dari pertanyaan penulis terkait „mengapa‟ dan „bagaimana‟ suatu fenomena terjadi.

Sedangkan menurut Kosasih, E. & Restuti dalam buku “Mandiri Bahasa Indonesia“, Teks Eksplanasi adalah sebuah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

Sementara dalam buku “Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks” karya Prof. Dr. Mahsun M.S., Teks Eksplanasi adalah teks yang disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian- bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup.

Ilustrasi teks buku bacaan. Foto: Pexels
Ilustrasi teks buku bacaan. Foto: Pexels

Struktur utama teks eksplanasi

Dilansir dari situs resmi Kemdikbud, struktur teks eksplanasi terdiri dari 3:

1. Pernyataan umum berisi satu pernyataan umum tentang suatu topik, yang akan dijelaskan adalah proses terjadinya, proses keberadaannya, proses terbentuknya, dan sebagainya.

Pernyataan umum ini bersifat ringkas, menarik, dan jelas sehingga mampu membangkitkan minat pembaca untuk membaca secara detailnya.

Dalam pernyataan umum juga memuat hal-hal yang menjawab pertanyaan tentang peristiwa tersebut, khususnya pertanyaan “Apa?”, “Kenapa?”, dan “Bagaimana”?

2. Deretan penjelasan, memuat penjabaran proses kenapa peristiwa tersebut bisa terjadi. Biasanya penjelas bisa terdiri dari beberapa paragraf. Deretan penjelas bukan semata-mata berfungsi menjelaskan fenomena itu sendiri, melainkan lebih menekankan pada proses fenomena itu dapat terjadi.

Pada paragraf inilah dirincikan sebab dan akibat dari sebuah fenomena yang terjadi. Rincian yang berpola atas pertanyaan “bagaimana” akan melahirkan uraian yang tersusun secara kronologis ataupun gradual. Dalam hal ini fase fase kejadiannya disusun berdasarkan urutan waktu.

Rincian yang berpola atas pertanyaan “mengapa” akan melahirkan uraian yang tersusun secara kausalitas. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun berdasarkan hubungan sebab akibat.

3. Penutup atau interpretasi atau penutup yang di dalamnya mengandung intisari atau kesimpulan dari kejadian atau fenomena yang sudah dibahas.

Saran dan tanggapan penulis terkait fenomena yang sedang terjadi bisa juga ditambahkan di dalam penutup.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close