Trending

Temuan baru, editor Metro TV mau COD kamera sebelum tewas dibunuh

Pihak kepolisian hingga kini masih terus mendalami kasus pembunuhan yang dialami editor Metro TV Yodi Prabowo. Jasad Yodi sendiri diketahui ditemukan mulai membusuk di pinggir tol JORR Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Dari hasil temuan terbaru, terungkap kalau editor Metro TV itu sempat ingin Cash On Delivery (COD) pembelian kamera. Sayang, info yang dihimpun belum terungkap di mana lokasi COD kamera tersebut berlangsung.

Baca juga: 1 Tahun terjerat prostitusi, Hana Hanifah ungkap penyesalan mendalam

Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus meminta kepada siapa saja yang punya info sebelum kematian Yodi untuk mendatangi polisi. Sebab mereka mengaku membutuhkan banyak info terkait aktivitas sebelum Yodi tewas dibunuh.

Sebilah pisau yang ditemukan di lokasi tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo di pinggir tol JORR Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). Foto: Suara.com
Sebilah pisau yang ditemukan di lokasi tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo di pinggir tol JORR Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). Foto: Suara.com

“Kalau ada yang punya informasi begitu datang ke Polres, bisa diperiksa, kan membantu kita,” kata dia, disitat Akurat, Rabu 15 Juli 2020.

Sejauh ini, polisi menyatakan kalau tidak ada barang yang hilang saat jasad editor Metro TV itu ditemukan. Sehingga polisi belum bisa memastikan asal muasal mengapa Yodi dibunuh.

“Iya makanya kita lagi dalami. Enggak bisa kita pastikan, enggak ada yang pasti dulu sebelum kita dapat,” katanya.

Diduga sempat terekam CCTV

Sementara itu Yusri mengatakan pihaknya saat ini masih memeriksa dua rekaman CCTV yang berada di sekitar tempat terjadinya perkara pembunuhan editor Metro TV. Kedua barang bukti itu sedang diperiksa di Labfor Mabes Polri.

“Baru dua, di pinggir tol sama yang di dekat TKP,” ujar Yusri.

Meskipun sudah mengantongi 2 rekaman, Yusri mengatakan pihaknya masih mencari rekaman CCTV lainnya. Sebab, rekaman di kedua kamera tersebut masih buram dan tak begitu jelas.

“CCTV yang di TKP itu untuk betul enggak sih dia sendiri (Yodi) atau ada dua orang, tiga orang, empat orang, atau lima orang, kami belum tahu ini,” kata Yusri.

Suasana haru rumah duka editor Metro TV Yodi Prabowo. Foto: Suara.com
Suasana haru rumah duka editor Metro TV Yodi Prabowo. Foto: Suara.com

Selain memeriksa CCTV, penyidik juga melakukan pengecekan sidik jari pada barang milik Yodi. Namun mengenai perkembangan penyidikan sidik jari, Yusri enggan menjabarkan.

Diketahui sebelumnya, jasad Yodi Prabowo pertama kali ditemukan warga di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat, 10 Juli 2020. Jenazah Yodi ditemukan oleh bocah di sekitar lokasi yang sedang bermain layangan.

Dari hasil autopsi, terdapat luka tikam yang mempercepat kematian Yodi.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close