Trending

Tengku Zulkarnain disebut lecehkan Suku Jawa, Sudjiwo Tedjo: Saya malah ngakak

Wakil Sekertaris Jendral MUI, Tengku Zulkarnain kembali menimbulkan polemik. Baru-baru ini tersebar sebuah video ceramahnya yang dituding melecehkan suku Jawa. Atas hal ini, Budayawan Jawa, Sudjiwo Tedjo angkat bicara.

Dia mengaku, tak merasa tersindir dengan ceramah yang dilontarkan Tengku Zulkaranain.

Baca juga: Yodi Prabowo nekat tikam tubuhnya 4 kali, ini penjelasan psikolog forensik

“Seorang ustaz ramai-ramai dinilai sedang melecehkan suku Jawa melalui ceramahnya, saya sebagai orang Jawa sama sekali tidak tersinggung tuh,” tulis Sudjiwo Tedjo di akun Twitter pribadinya, @sudjiwotedjo, pada Minggu, 26 Juli 2020.

Sudjiwo Tedjo. Foto: Instagram/@President_jancukers
Sudjiwo Tedjo. Foto: Instagram/@President_jancukers

Pria yang akrab dipanggil Mbah Tedjo ini, justru tertawa dan menyarankan agar sejumlah pihak tak terpancing dengan melaporkan Teungku Zulkarnain ke pihak kepolisian. Menurutnya, ungkapan tersebut merupakaan bagian dari bercanda dan harmonisasi antar suku.

“Dan malah ngakak. Mari jangan dikit-dikit lapor polisi. Diikit-dikit lapor polisi. Nanti lama-lama kehidupan antarsuku garing, tanpa canda, tanpa ledek-ledekanan,” sambungnya.

Dinilai memicu permusuhan

Sementara itu, Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid menganggap, ceramah Teungku Zulkarnain tersebut mengandung unsur rasisme, bahkan telah membangun rasa permusuhan antar etnis Jawa dan Sumatera.

“Indikasi pidana oleh @ustadtengkuzul tergambar dalam ceramah itu membangun rasa permusuhan antar etnis jawa dan sumatra sebagai UU No.40/2008 & Ps.156 KUHP, ini bukan delik aduan bisa diproses tanpa laporan. Kita lihat perkembangan kalo tidak, terpaksa harus ada pihak yang inisiatif buat laporan” tulis Muannas di akun Twitter @Muannas_alaidid.

Ustaz Tengku Zulkarnain
Ustaz Tengku Zulkarnain. Foto: Instagram @tengkuzulkarnain.id

Ia pun menegaskan, jika Tengku Zulkarnain masih mencari penghasilan sebagai ceramah, jangan merendahkan pendakwah lain yang berbeda suku. Oleh sebab itu, Muannas berharap agar tak timbul perpecahan akibat pernyataan sensitif tersebut.

“Kalo masih cari makan dari hasil ceramah, gak pantes anda @ustadtengkuzul merendahkan pendakwah lain hanya karena beda etnisnya, sampai hati nutup rezeki orang lain sebut kalo ustad jawa ceramah di sumatra, jamaahnya tidur dan isi ceramahnya cuma level amma ba’du. Semoga tidak jadi sumber perpecahan,”

Diketahui sebelumnya, Tengku Zul disebut melecehkan suku Jawa karena membandingkan kebiasaan antara budaya adat Sumatera dengan Jawa yang dikenal lembut. (re2)

loading...
Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close