Trending

Terawan sukses tangani Covid-19, Juru wabah: Tak akurat baca surat WHO, itulah Indonesia

Sehari lalu muncul kabar heboh. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diundang Badan Kesehatan Dunia (WHO). Kementerian Kesehatan mengklaim Terawan diundang karena sukses tangani Covid-19. Ahli wabah Universitas Indonesia, Pandu Riono meluruskan persepsi tersebut. Menurutnya Kemenkes salah baca isi surat alias tidak akurat baca surat dari WHO.

Pandu mengatakan Terawan tidak sukses tangani COvid-19. Alih-alih sukses tangani pandemi, Terawan diundang WHO karena perlu dievaluasi penanganan Covid-19. Makanya Terawan diundang telekonferensi dengan menteri kesehatan tiga negara lainnya untuk berbagi pengalaman penanganan Covid-19 dengan WHO.

Baca juga: CDC punya bukti virus corona bisa menyebar lewat udara sampai 1,8 meter

Tak akurat baca surat WHO

Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing.
Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. Foto ANTARA Xinhua/Zhang Yuwei/pras)

Pandu meluruskan kabar heboh Terawan diundang WHO karena sukses menangani Covid-19. Klaim itu muncul dari Kemenkes. Menurutnya, Kemenkes salah baca atau tidak akurat membaca surat undangan dari WHO.

“Suratnya tidak salah ketik. Hanya yang baca yang tidak akurat mempersepsikan, kapan lagi bisa bilang berhasil, walaupun pada kenyataannya gelombang pertama belum terlampui, toh sudah sibuk mengingatkan kemungkinan gelombang kedua. Itulah Indonesia‚Ķ,” tulisnya di akun Twitter merespons klaim Kemenkes, dikutip Jumat 6 November 2020.

Juru wabah itu mengatakan surat WHO aslinya ingin menegur Indonesia dengan cara halus dalam penanganan Covid-19. Bahasa mudahnya, Indonesia akan diulas rapornya dalam penanganan Covid-19. Pandu mengatakan dalam surat itu, bahasa diplomatik WHO halus dalam mengevaluasi penanganan Covid-19.

“Besok (Jumat ini) ada pembagian rapor kinerja respon wabah Covid19. Semua penilaian akan dikemas dengan bahasa diplomatik agar pemerintah Indonesia bisa mawas diri, untuk perbaikan respons yang lebih terkoordinasi, terencana, termonitor, berdampak pada pengendalian kasus,” tuturnya.

Dalam suratnya, Pandu mengatakan, WHO menyatakan Indonesia sukses melaksanakan Intra-Action-Review (IAR) penanganan corona, itu bukan berarti Indonesia sukses tangani Covid-19. Dia menjelaskan, IAR merupakan peninjauan atas kelemahan suatu negara dalam penanganan corona serta solusinya. IAR dilakukan semua pemangku kepentingan di Indonesia yang dikoordinasikan Kemenkes.

Jadi Terawan diundang karena untuk berbagi pengalaman melaksanakan IAR.

Pandu mengulas kinerja Satgas Covid-19 selama ini perlu ditingkatkan. Juru wabah itu mengakui Satgas Covid-19 bisa bertahan dalam gelombang pertama Covid-19. Namun mesti waspada menghadapi kemungkinan munculnya gelombang selanjutnya.

“Prestasi Satgas Covid-19 berhasil mempertahankan posisi bertahan di gelombang pertama, naik terus menuju puncak dengan kebijakan yang selalu kontradiksi. Gelombang kedua otomatis tak akan terjadi, gelombang pertama belum tuntas,” tulisnya.

Terawan sukses klaim Kemenkes

Menkes Terawan
Menkes Terawan Photo: Instagram Kemenkes.

Sebelumnya kabar mengejutkan muncul. Menteri Terawan diundang WHO karena dianggap sukses tangani Covid-19.

Terawan bakal menjelaskan hal tersebut dalam konferensi pers dengan Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, serta Menkes dari 3 negara lain pada Jumat 6 NOvember 2020.

Pelaksana tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Budi Hidayat, menyatakan undangan tersebut membuktikan WHO menganggap Indonesia bisa mengendalikan pandemi corona.

Bos WHO Tedros Adhanom. Foto: Reuters.
Bos WHO Tedros Adhanom. Foto: Reuters.

“Alhamdulillah, Indonesia termasuk 3 negara yang berhasil merespons dan mengendalikan pandemi COVID-19,” ujar Budi dikutip Kumparan.

Berikut penggalan surat undangan WHO dalam bahasa Inggris yang menurut Pandu salah diartikan Kemenkes:

We are extending an invitation for you (Terawan) to join at the press conference the WHO Director General, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, and Ministers of Health of three other countries, and to share Indonesia’s experience for successfully conducting a national COVID-19 IAR and applying critical lesson identified during the IAR for the improvement of COVID-19 outbreak response.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close