Trending

Terbaca jelas! Ada gerakan ngeri di kasus narkoba Nia-Ardi, Ade: Terorganisir!

Kasus narkoba yang membelit Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie ramai disorot publik. Apalagi keduanya bisa dibilang merupakan kalangan jetset. Nia selebriti yang selalu jadi perhatian publik, sementara Ardi merupakan anak konglomerat tak biasa di Indonesia.

Menurut Dosen Ilmu Komunikasi UI Ade Armando, kasus Nia dan Ardi soal narkoba menorehkan sesuatu hal yang penting. Bahwa kecantikan dan popularitas bukanlah segalanya.

Muslima Fest

“Bayangkan apa sih yang enggak dimiliki Nia? Secara fisik dia bisa dibilang sempurna. Dia punya suami yang gagah dan kaya, dia punya anak yang lucu dan sehat, dia punya segala hal,” kata Ade.

Tetapi baik Ardi dan Nia malah harus terjerumus menjadi pengguna narkoba.

Akan tetapi, di luar itu, ada hal lain yang lebih menarik untuk disimak, berkaitan dengan kasus narkoba yang membelit Ardi dan Nia. Pertama publik diperlihatkan bagaimana penegakan hukum di Indonesia ternyata berjalan semestinya alias tanpa pandang bulu.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakri saat jumpa pers. Foto: Antara
Nia Ramadhani dan Ardi Bakri saat jumpa pers. Foto: Antara

Berbeda dengan masa lalu, yang menganggap keduanya pasti tak akan tersentuh hukum. Apalagi dengan posisi Ardi Bakrie, seakan terlalu tinggi untuk dipermalukan di publik.

“Polisi tidak di bawah tekanan. Kelihatan jelas identitas Polisi. Mereka juga memunculkan Nia dan Ardi yang kemudian muncul dengan kata terbata-bata. Kapolres Jakpus juga dengan tegas mengatakan tidak akan ada perlakuan istimewa kepada mereka. Sementara program rehabilitasi juga disebut tidak menghapus fakta kasus mereka di pengadilan.”

Gerakan ngeri di balik kasus narkoba Nia dan Ardi

Selain itu, Ade juga menyinggung kasus lainnya yang tak kalah ngeri dari kasus narkoba Nia dan Ardi. Ini lebih menakutkan bagi Ade, sebab Polisi ternyata mengaku telah juga menangkap sejumlah spesialisasi, yang kerap memasarkan narkoba ke kalangan elite di negeri ini.

Bayangkan, ternyata ada yang spesialis dan sengaja memasarkan narkoba untuk kaum-kaum jetset, kalangan elite. Bahkan mereka sudah memiliki peta persebarannya. Jika demikian, publik tentu wajib ngeri, tinggal tunggu waktu ada pejabat politik, pimpinan parpol, sampai petinggi-petinggi negeri yang keciduk Polisi.

“Bayangkan, kalau ada orang penting semisal menteri, penegak huium, pimpinan partai, bisa dikuasai narkoba, tinggal tunggu waktu kehancuran negeri ini. Ternyata Indonesia adalah pasar yang menggiurkan, ada gerakan terorganisir, bukan tidak mungkin mereka punya agenda politik dan ekonomi untuk menguasai Indonesia,” katanya disitat Cokro TV, Selasa 13 Juli 2021.

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, waktu Pemerintah dihabiskan untuk konsentrasi perang melawan pandemi. Alhasil, bisa dibilang jalan masuk narkoba menjadi lebih longgar.

Siapa bermain?

Menurut data yang dipaparkan Ade, Menkeu Sri Mulyani pernah membeberkan, hanya dalam waktu 3 bulan pertama di tahun ini, ada 422 kasus penyelundupan narkoba dengan berat bruto mencapai 1,9 ton.

Pada beberapa bulan lalu, Polisi juga membongkar penyelundupan sabu seberat 2,5 ton. Di mana ada 18 tersangka yang ditangkap di sejumlah lokasi. Lalu Polres Jakpus juga mengungkap 1,1 juta ton narkoba pada Mei dan Juni lalu.

Ade Amando dalam siaran Cokro TV
Ade Amando dalam siaran Cokro TV. Foto tangkapan layar Cokro TV.

Ini tentu bukan angka main-main bila dalam kurun waktu berdekatan, narkoba begitu banyak masuk ke negara kita. Ini jelas bagi Ade ancaman serius.

Menariknya, Polisi juga mengungkap, ada arus narkoba besar dari jaringan Timur Tengah. “Diduga hasil penjualan narkoba di RI ini digunakan untuk biayai terorisme di Timur Tengah. Apakah juga untuk biayai di RI? Belum jelas.”

Yang pasti ada ilustrasi menarik yang dia sampaikan terkait tertangkapnya jaringan Timur Tengah di Jakarta Pusat. Mereka diamankan di Petamburan, dan Petamburan adalah lokasi markas FPI.

“Saya tentu tak ingin simpulkan, tetapi ini menarik untuk menyusun puzzle. Sebab ada upaya besar sistematis untuk hancurkan Indonesia. Karena itu, RI tak boleh lengah dukung BNN untuk bersikap dan bertindak tegas pada narkoba,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close