Fit

5 Tanda tubuh kamu terlalu banyak konsumsi karbohidrat, cek bahayanya

Bukan rahasia umum jika karbohidrat (karbo) adalah merupakan musuh besar bagi tubuh. Padahal hingga beberapa tahun lampau, pemberitaan media massa banyak menempatkan lemak terutama kolesterol sebagai musuh. Kini, peran antagonis itu tampaknya ditempati karbo.

Beberapa bulan lalu, misalnya sejumlah media daring besar dunia seperti nytimes hingga Healthline, ramai-ramai mempublikasikan hasil risetnya tentang bahaya karbo.

Padahal para ahli gizi sama sekali tidak memblokir asupan karbo sama sekali, karena faktanya tubuh kita butuh karbo sebagai energi.

Mie instan dan nasi
Mie instan dan nasi. Foto: Instagram @esternoba7

Namun segala sesuatu yang berlebihan tak bagus untuk kesehatan kamu. Jika asupanya berlebihan baik itu dalam bentuk kompleks maupun sederhana terkadang dapat menjadi bumerang.

Nah, saat tubuh kita kelebihan asupan karbo biasanya akan memberikan sinyal tersendiri lho. Dilansir laman ANTARAnews, berikut lima tanda kamu mengonsumsi karbo terlalu banyak.

Perut kembung

Orang dewasa umumnya memerlukan 45-65 persen dari asupan energi harian mereka dari karbo, namun angka ini bisa berubah tergantung gaya hidup. Orang yang super aktif membutuhkan lebih banyak karbo untuk energi, sementara orang yang lebih banyak duduk membutuhkan lebih sedikit.

Tetapi, saat kamu merasa terus menerus merasa kembung maka kelebihan karbo bisa menjadi penyebabnya, kata perawat Marina Yuabova.

Gula dari karbo dapat menurunkan keragaman bakteri sehat di usus, membuat sistem pencernaan lamban, yang kemudian membuat kembung.

Selain itu, menurut Canadian Society of Intestinal Research, bakteri di usus besar Anda memfermentasi serat, pati dan beberapa gula yang menghasilkan senyawa gas dalam tubuh. Kondisi ini paling sering terjadi saat Anda mengonsumsi karbo olahan.

“Jenis karbohidrat ini menciptakan efek osmotik karena natrium dalam jumlah tinggi dan mengeluarkan air dari usus Anda. Hal ini dapat menyebabkan kembung, sembelit, dan perasaan berair atau tidak nyaman,” kata pakar nutrisi Juliana Dewsnap.

Berat badan naik

Timbangan
Timbangan. Photo: Pixabay

Menyantap makanan apa saja jika terlalu banyak berkontribusi pada penambahan berat badan. Berlebihan melahap karbo dapat menyebabkan kelebihan kalori, karena makanan mengandung karbo sering kali mengandung banyak lemak, menurut ahli diet dan profesor klinis Keith Thomas Ayoob.

“Permen seperti kue, pai, dan biskuit dianggap sebagai makanan bergula, tetapi dari makanan ini kamu mendapatkan setidaknya setengah kalori dari lemak. Kalori ini sangat rendah nutrisi secara keseluruhan, jadi dianggap kalori kosong,” kata dia.

Karbohidrat tak selalu makanan manis. Terkadang ini tergantung pada cara kamu mengonsumsi karbo sehat. Banyak orang memasangkan kentang dengan lemak, seperti kuah daging.

Untuk mendapatkan manfaat dari karbohidrat kompleks, Ayoob menyarankan alternatif yang lebih sehat.

“Makanlah kentang panggang dengan taburan parutan Parmesan daripada menambahkan mentega dan kamu akan mendapatkan karbohidrat, ditambah nutrisi dengan sekitar setengah kalori dengan semua lemak tambahan,” tutur dia.

Muncul jerawat

Jerawat yang muncul di bahkan saat kamu berusia 30 tahun-an, 40-an dan seterusnya bisa karena berbagai penyebab salah satunya pola makan yang salah.

Gula dari karbohidrat meningkatkan produksi androgen yang terkait dengan jerawat. Sebagian orang yang makan terlalu banyak karbohidrat, bisa mengalami jerawat.

Jerawat ini muncul di sepertiga bagian bawah wajah. Jadi jika kamu melihat jerawat di sepanjang mulut dan garis rahang, itu bisa menjadi tanda kamu makan terlalu banyak karbohidrat.

Penelitian dalam Drugs and Dermatology pada April 2014 menyoroti hubungan antara karbohidrat olahan dan jerawat. Para peneliti merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi makanan indeks glikemik tinggi, seperti roti, nasi dan buah tertentu seperti melon dan semangka.

Anda mungkin ingin mengganti beberapa makanan ini dengan pilihan yang lebih rendah pada indeks glikemik misalnya sayuran dan buah-buahan seperti apel dan jeruk.

Sulit tidur

Di antara beragam alasan kamu susah tidur di malam hari, makan camilan menjelang tidur bisa menjadi penyebabnya, apalagi jika terlalu banyak karbohidrat. Konsumsi karbohidrat mengharuskan tubuh kamu untuk bekerja dan memproses gula. Jika kamu ngemil sebelum tidur, kamu meminta tubuh kamu untuk bekerja daripada istirahat.

Selalu merasa lelah

Jika kamu merasa sangat lelah, karbohidrat mungkin berkontribusi pada kondisi ini, menurut Dewsnap.

“Saat memilih makanan berbasis karbohidrat, penting untuk dipasangkan dengan nutrisi lain seperti protein dan lemak yang sehat,” kata dia.

Otak kamu bergantung pada glukosa untuk energi, tetapi energi dibakar dengan cepat jika kamu memilih karbohidrat sederhana atau olahan daripada yang mengandung lebih banyak serat dan biji-bijian.

“Protein dan lemak dapat membantu memperlambat pencernaan karbohidrat sehingga kamu dapat merasa berenergi sepanjang hari dan menghindari serbuan gula,” demikian kata Dewsnap.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close