Trending

Terlibat proyek Formula E, Jokowi diam-diam kena jebakan Anies

Keputusan Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta menggelar Formula E di Ibu Kota sempat menuai kritik dari berbagai pihak, terutama kubu pemerintah. Bahkan, Gubernur Anies Baswedan berkali-kali harus menerima cibiran dan hinaan dari mereka yang merasa kurang setuju.

Menariknya, pemerintah pusat melalui Presiden Jokowi ternyata mendukung digelarnya balapan mobil listik tersebut. Malahan, pemimpin negara itu yang akan memilih sendiri lokasi untuk pembangunan sirkuit Formula E di Jakarta.

“Kami minta arahan Presiden Jokowi soal alternatif lokasi. Kalau di beberapa negara, tempat ikonik yang terpilih. Saya enggak tahu, presiden dan Alberto Longo (Co-founder Formula E), kami menunggu arahan mereka,” ujar Ketua MPR, Bambang Soesatyo alias Bamsoet, dikutip Hops, Kamis 25 November 2021.

Menurut Bamsoet, lima lokasi yang tengah dipertimbangkan Jokowi dan Alberto Longo adalah Pantai Indah Kapuk, Sudirman, Jakarta International Stadium (JIS), JiExpo Kemayoran, dan Pantai Ancol.

“Presiden akan memilih, Alberto bakal buat study soal plus dan minus dari jalur-jalur tersebut,” tuturnya.

Tanggapan tokoh nasional soal Formula E Jakarta

Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean berharap, Presiden Jokowi tak terlibat dalam proyek Formula E yang menurutnya seperti kubangan kotor. Sebab, kata dia, ajang balap tersebut merupakan ambisi politik Anies Baswedan.

“Ada baiknya supaya Bambang Seoesatyo tidak menyeret-nyeret Presiden Jokowi ke dalam kubangan kotor Formula E ini. Program ini tidak lebih demi kepentingan politik Anies pribadi.”

“Jokowi jangan mau dijebak dan diperalat untuk memuluskan rencana yang sudah kotor seperti Formula E,” tulisnya melalui akun @ferdinandhaean3 di Twitter.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melihat pergelaran Formula E, di Brooklyn, New York, AS. Foto: Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melihat pergelaran Formula E, di Brooklyn, New York, AS. Foto: Antara

Menurut Ferdinand, dengan melibatkan pemerintah pusat dalam proyek Formula E, Anies Baswedan diam-diam telah menjebak Presiden Jokowi. Semua itu, kata Ferdinand, dilakukan untuk nama baik Anies secara pribadi.

“Formula E itu tidak masuk program resmi pembangunan Jakarta, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Balapan ini 100 persen identik dengan kepentingan citra politik Anies Baswedan. Saya berharap, Presiden Jokowi tidak mau dijebak oleh Anies,” kata Ferdinand.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close