Trending

Ternyata ada isu ini di balik Gerindra sengaja tendang Arief Poyuono?

Arief Poyuono tak lagi menjabat sebagai wakil ketua umum Partai Gerindra. Jabatan yang telah diemban sejak 2008 itu mesti rela dilepas, usai dirinya tak lagi dipercaya untuk menjadi pengurus inti partai.

Sejumlah pihak pun mempertanyakan mengapa Arief Poyuono bisa kehilangan jabatan wakil ketua umum Partai Gerindra. Jadi sosok bermasalahkah beliau buat partai?

Baca juga: Soal pelajaran sejarah dihapus, Nadiem Makarim: Isu ini keluar karena…

Terkait hal ini, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin angkat suara. Menurut dia, disitat Sindo, penyebab dibuangnya Arief Poyuono dari Gerindra lantaran sikapnya yang dianggap selalu berseberangan dengan sikap partai.

Seperti diketahui, mantan Waketum Gerindra bidang Buruh dan Ketenagakerjaan ini memang getol mengeluarkan pernyataan kontraproduktif. Termasuk acap memuji sikap dan kebijakan Presiden Joko Widodo.

“Bisa saja AP dianggap kader Gerindra yang pernyataannya banyak merugikan Gerindra. Dan juga sering memuja-muji Jokowi,” kata Ujang, dikutip Munggu 20 September 2020.

Atas hal itulah, sikap Arief Poyuono kemudian tidak terlalu disukai kader-kader Gerindra. “Akhirnya terpental dari posisi wakil ketua umum Gerindra,” ujar dia.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Suara.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Suara.

Arief Poyuono belakangan juga nampak beradu pendapat dengan kader Partai Gerindra lain. Hal ini yang kemudian dianggap merugikan buat partai besutan Prabowo Subianto itu.

“Itu sudah tentu merugikan Gerindra. AP juga sering adu pernyataan dengan kader Gerindra lain seperti Andre Rosiade dan lain-lain,” tutur dia.

Sikap kontroversial

Seperti diketahui Arief Poyuono sebelumnya dikenal sebagai politisi Gerindra yang eksentrik. Dia acap menyampaikan pernyataan-pernyataan kontroversial.

Sebut saja pada Agustus 2017 lalu, di mana dia pernah menyamakan PDIP dengan PKI karena antikritik. Pernyataan itu sempat dilaporkan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) dan politikus PDIP ke sejumlah Polda, yaitu Polda Riau, Polda Metro Jaya, dan Polda Bali atas dugaan pencemaran nama baik.

DPP Gerindra saat itu enggan bertanggung jawab atas pernyataan Poyuono. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Poyuono kelewat batas. Poyuono akhirnya meminta maaf ke PDIP dengan mengirim surat.

Pada Juni 2020, Poyuono kembali menyita perhatian publik dengan menyebut isu Jokowi PKI adalah mainan kadrun. Pernyataan itu bahkan mengundang tagar #TenggelamkanGerindra di Twitter selama beberapa waktu.

Majelis Kehormatan Partai Gerindra menyeret Poyuono ke sidang etik. Namun dia tak pernah menghadiri satu kali pun sidang yang dijadwalkan. Demikian disitat CNN.

Polemik terbaru yang ditimbulkan Poyuono terjadi beberapa pekan terakhir. Ia tak terima tidak boleh lagi bicara selaku wakil ketua umum. Lalu ia menyebut ada oknum-oknum di tubuh Gerindra.

Politikus Gerindra Andre Rosiadi. Foto: Instagram Andre.
Politikus Gerindra Andre Rosiadi. Foto: Instagram Andre.

Perubahan kepengurusan ini adalah hasil Kongres Luar Biasa Agustus lalu yang kembali menunjuk Prabowo sebagai Ketua Umum. Usai kongres, seluruh pejabat Partai Gerindra demisioner. Hanya tersisa Prabowo sebagai ketua umum dan Ahmad Muzani sebagai sekretaris jenderal. Prabowo ditunjuk sebagai formatur tunggal menyusun pengurus partai periode 2020-2025.

Daftar Kepengurusan Gerindra Periode 2020-2025

Ketua Umum: Prabowo subianto

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, Keanggotaan, dan Pemenangan Pemilu: Sufmi Dasco Ahmad

Wakil Ketua Umum Bidang Luar Negeri: Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi, Politik, Pemerintahan, Disiplin Partai dan Informasi Strategis: Sugiono

Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup: Edhy Prabowo

Wakil Ketua Ketua Umum Bidang Pertahanan dan Keamanan: Musa Bangun

Wakil Ketua Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Potensi Jaringan, Koperasi, dan UMKM: Ferry Joko Juliantono

Wakil Ketua Ketua Umum Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan: Titi Putih Sari

Wakil Ketua Ketua Umum Bidang Pemuda, Perempuan, dan Anak: Rahayu Saraswati Djojohadikusumo

Wakil Ketua Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi: Habiburrokhman

Wakil Ketua Ketua Umum Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat: Sumaryati Amin Aryoso

Wakil Ketua Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Infrastruktur: Susi Marleny Bachsin

Wakil Ketua Ketua Umum Bidang Bidang Agama: Mochamad Irfan Yusuf

Sekretaris Jenderal: Ahmad Muzani

Bendahara Umum: Thomas Djiwandono.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close