Trending

Ternyata kafe lokasi penembakan TNI bermasalah dan tak patuh hukum, sempat langgar ini

Penembakan terhadap anggota TNI Angkatan Darat yang dilakukan oleh oknum polisi disalah satu Kafe kawasan Cengkareng, Jakarta Barat membuat geger publik. Ternyata, kafe yang menjadi TKP penembakan TNI oleh polisi tersebut beberapa kali tertangkap basah tidak patuh dan langgar hukum.

Adapun kafe tersebut sebanyak dua kali ketahuan melanggar Protokoler Kesehatan (Prokes) Covid-19 alias Virus Corona.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemerintah Kota Jakarta Barat Tamo Sijabat.

Menurut Tamo, kafe yang menjadi lokasi penembakan TNI itu telah melanggar prokes sebanyak dua kali. Adapun pertama, sanksi yang diberikan berupa peringatan dan untuk kedua kalinya didenda Rp5 juta.

“Sebenarnya itu sudah dua kali kita tindak karena melanggar prokes. Jadi sudah dua kali denda dan memang harus ditindak lagi,” katanya mengutip Inews, pada Kamis, 25 Februari 2021.

Ilustrasi senjata api. Foto: Pexels
Ilustrasi senjata api. Foto: Pexels

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, menurut laporan warga setempat, kafe yang merupakan warung makan tersebut dikenal sebagai Lapo.

Soal izin usaha, Tamo sebenarnya juga bingung karena namanya sendiri sebenarnya RM Cafe.

Di sisi lain ternyata baru-baru ini kafe tersebut berganti fungsi dari yang tadinya tempat hiburan jadi tempat makan.

Pergantian fungsi dari diskotek menjadi restosan tersebut dilakuakn untuk menurunkan statusnya menjadi tempat makan.

“Tapi memang dia kecenderungan sekarang ini supaya tetap buka dia menurunkan status dari diskotek menjadi semacam restoran,” imbuhnya.

Penyebab Polisi tembak TNI ternyata cuma gara-gara duit segini

Kasus penembakan anggota TNI yang didalangi oleh oknum polisi terjadi di RM Cafe Cengkareng, Jakarta Barat, menggemparkan publik, usut punya usut ternyata aksi main tembak itu diduga cuma karena duit sebesar Rp3,3 juta.

Adapaun penembakan yang dilakukan oleh Bripka Cornelius Siahaan terjadi pada dini hari Kamis, 15 Februari 2021. Sedangkan anggota TNI Angkatan Darat yang ditembak dan menjadi korban tewas ialah Sinurat.

Mengutip Kumparan, penembakan itu bermula dari cekcok antara pegawai yang menyodorkan tagihan kepada Cornelius sebesar Rp3,3 juta. Namun entah mengapa, Bripka Cornelius tidak terima dan bersikap arogan.

Mengetahui hal tersebut, anggota TNI yang juga bekerja sebagai keamanan kafe kemudian menghampiri Cornelius.

Bripka Cornelius
Bripka Cornelius foto: Suara. | Ternyata kafe lokasi penembakan TNI bermasalah dan tak patuh hukum, sempat langgar ini

Meski begitu, Cornelius tetap bersikeras dan tidak menerima ditegur. Bersamaan dengan itu, dia langsung mengeluarkan pistol dan menembak anggota TNI bersama tiga pegawai lainnya.

Atas tindakan arogan itu, kini Cornelius ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 228 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close