Trending

Teroris MIT kok susah banget diberesin, Moeldoko: Alhamdulillah pasukan khusus ke sana

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan kok susah banget beresin teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah. Mantan Panglima TNI itu mengatakan aparat bukannya membiarkan, tapi medan yang berat menjadi tantangan aparat dalam menumpas kelompok teroris tersebut.

Dia mengatakan medan di sana bergunung-gunung, lingkungan yang masih liar menjadi tantangan bagi aparat TNI atau Polri membekuk jaringan teroris MIT tersebut.

“Saya tahu persis medan di sana, medannya gunungnya berlapis-lapis, sangat luas, hutan masih cukup lebat dan masyarakat tinggal cukup berjauhan, sehingga untuk menjaga rasa aman mereka tidak mudah,” kata Moeldoko dalam keterangan di Jakarta, Selasa dikutip Antara, Selasa 1 Desember 2020.

Pengalaman dan paham medan

Rumah duka korban teroris MIT
Sejumlah warga berada di rumah duka korban penyerangan gerombolan MIT, di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (29/11/2020). ANTARA FOTO/Faldi/Mohamad Hamzah

Moeldoko mengaku pernah memiliki pengalaman saat masih menjabat panglima TNI. Kala itu ia meminta izin kepada presiden untuk menggunakan wilayah di Sulawesi Tengah sebagai tempat latihan operasi gabungan TNI-Polri.

Dengan kegiatan itu, konsentrasi kelompok teror di sana pun pecah dan polisi bisa menangkap mereka. Pada masa kepemimpinan Moeldoko di TNI pula cikal-bakal Komando Operasi Khusus Markas Besar TNI dibentuk dan pusat konsinyasinya telah ditentukan yaitu di Sentul.

“Itu referensi yang bagus. Maka begitu kejadian kemarin (kekerasan di Sigi) saya mengajak panglima TNI berdiskusi, langkah ke depan secara taktis seperti apa. Alhamdulillah kemarin sudah disiapkan pasukan khusus ke sana,” katanya.

Ia mengatakan kolaborasi TNI-Polri diperlukan untuk menangani kelompok teror di wilayah tersebut. Sebab baik TNI maupun Polri memiliki batas kemampuan dalam menghadapi situasi-situasi berkaitan dengan beragam variabel daerah operasi.

“Kalau dibilang kok susah banget nggak diberesin, kalau teman-teman lihat medan di sana yang gunungnya berlapis-lapis, memang tidak mudah. Apalagi dia (MIT) dalam jumlah kecil, bisa membaur dengan masyarakat, punya manuver cepat dan mengetahui medan. Tapi panglima TNI punya pasukan khusus untuk menghadapi itu semua,” kata dia.

Pasukan khusus terbang hadapi MIT

Pesawat yang memberangkatkan pasukan khusus pemburu teroris MIT
Pesawat yang memberangkatkan pasukan khusus pemburu teroris MIT. Foto tni.mil.id

TNI telah menerbangkan pasukan khusus untuk memburu kelompok teroris TNI dengan menggunakan Pesawat TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa 1 Desember 2020.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam melepas pasukan khusus TNI itu mengatakan, pengiriman pasukan ini dalam rangka membantu Polri untuk memperkuat pasukan yang sudah ada sebelumnya di Poso. Dukungan-dukungan untuk operasi sudah dikirim secara bertahap.

TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lemban Tongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi pada Jumat 27 November 2020 yang lalu oleh MIT. Sehingga apa yang diharapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahwa kelompok MIT harus ditumpas.

“TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh MIT,” tegas Panglima TNI.

Panglima TNI mengharapkan doa seluruh bangsa Indonesia agar operasi ini bisa berjalan dengan lancar.

“Dengan dukungan operasi tersebut saya yakin kelompok MIT yang melakukan kejahatan atas penduduk yang tidak berdosa segera tertangkap,” harap Panglima TNI.

loading...
Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close