Trending

Teroris ramai-ramai ngaku FPI, Munarman bongkar motifnya: Tolol sekali saya…

Mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Munarman angkat suara soal fenomena banyaknya eks teroris yang mengaku simpatisan FPI. Salah satunya adalah pengakuan napi terorisme Zainal Ansori.

Dalam pengakuannya, amir JAD Nusantara itu menceritakan perjalanannya. Dia mengaku ketika 2005, ketika ingin memperlebar sayap dan memperkuat struktur, maka koneksinya kemudian disambung ke FPI. Sehingga pada 2005, mereka kemudian secara resmi menjadi organisasi sayap FPI.

Terkait soal pengakuan teroris yang ramai-ramai mengaku FPI, Munarman kemudian tersenyum sinis. Hal itu nampak saat dirinya menjadi salah satu narasumber di program Mata Najwa.

“Ini yang disebut rekonstruksi sosial Mba Najwa, rekonstruksi sosial itu adalah fakta yang diciptakan, dicreated, kemudian dibangun narasinya, diciptakan lagi peristiwa, terus dicreated lagi. Narasinya sudah diciptakan untuk tujuan menyasar pada kelompok tertentu,” kata Munarman, dikutip Hops.id, Kamis 8 April 2021.

Munarman dan Najwa Shihab. Foto: Youtube.
Munarman dan Najwa Shihab. Foto: Youtube.

Kata Munarman, rekonstruksi sosial yang dilakukan oleh sejumlah orang dilakukan agar publik memandang negatif pada kelompok tertentu, dan dipandang sebagai sebuah kejahatan. Artinya, semua ini terlihat jelas kalau semua kerjaan ini adalah by design.

“Kalau Anda bilang menciptakan, siapa yang menciptakan?” tanya Najwa Shihab.

Munarman soal pengakuan teroris: Tanya rumput bergoyang

Mendapat pertanyaan itu, Munarman kemudian menjawabnya. Menurut dia, jika dirinya ditanya siapa yang menciptakan, dia menduga adalah pihak yang sama, yang ada kaitannya dengan teror bom di Makassar, dan Mabes Polri.

“Nah kalau siapa yang menciptakan, Mba Nana tahu enggak, apakah saya (dituduh) yang menciptakan peristiwa di Depok. Saya disebut memiliki peluru, magazine, percaya enggak itu perbuatan saya?” katanya.

“Tolol sekali kan saya? Itu kalau itu dilakukan oleh saya. Itu fakta lho. Bagaimana ada satu bungkusan dengan nama saya, kemudian di situ disiapkan peluru, magazine, segala macam, percaya enggak itu perbuatan saya?” tanyanya lagi.

Menurut Munarman, hanya orang bodoh yang melakukan kejahatan bak teroris yang meninggalkan jejak seperti itu. Apalagi di paket tersebut tertulis namanya dan organisasi yang diikutinya.

Munarman
Munarman dan Najwa Shihab. Foto: Youtube.

Munarman lantas menuding, bahwa penulis paket pelurunya, dan yang membuat surat wasiat dalam peristiwa Makassar dan Mabes Polri, adalah orang yang sama.

“Lihat saja. Coba bandingkan, coretan, garis tangannya tuh sama, nah jadi menurut saya, apakah ini sebuah peristiwa hukum?”

Yang pasti, kata dia, peristiwa di Makassar, Condet, sampai teror Mabes Polri, sebenarnya tidak saling berkaitan. Tetapi kini seolah dibuat narasi dan didorong untuk menyalahkan dan menyudutkan FPI.

Mulai dari baju FPI, keanggotaan, dan sebagainya. “Itulah narasi dan desainnya.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close