Trending

Breaking! Gedung DPR RI diserang teroris, TNI terjunkan Satgultor

Kelompok teroris kembali menunjukkan keberadaannya dan kembali menebar teror ke masyarakat, kali ini targetnya politisi senayan. Sekelompok teroris masuk ke gedung DPR RI dan berhasil menyandera sejumlah pejabat negara.

Ancaman yang diluncurkan oleh kelompok teroris ini, dilakukan dengan menyandera para pejabat tersebut di dalam gedung DRP RI, Senayan Jakarta. Mendapat laporan ancaman tersebut, TNI langsung menerjunakn Satuan penanggulangan Teror (Satgultor) TNI untuk membebaskan sandera yang ditahan kelompok teroris.

Dilaporkan, secara dramatsi cepat dan dahsyat, Satgultor dengan kemampuan menanggulangi teror berhasil masuk ke dalam gedung DPR RI dan berhasil mengambil alih kembali gedung yang awalnya dikuasai kelompok teroris yang menahan para pejabat DPR RI.

Satgultor
Satgultor TNI Foto: Antara

Beruntung dalam aksi pembebasan yang dilakukan Satgultor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa yang bisa dilakukan oleh teroris yang sedang melakukan penyanderaan. Penguasaan Gedung Nusantara DPR RI dan pembebasan sandera oleh Satgultor TNI dari aksi terorisme adalah bagian dari skenario latihan yang dilaksanakan oleh Koopssus TNI.

Menurut Komandan Komando Operasi Khusus TNI (Dankoopssus TNI) Mayjen Richard T.H. Tampubolon, kemampuan prajurit Satgultor TNI ditempa untuk menghadapi berbagai serangan teroris di berbagai kondisi medan.

“Kemampuan prajurit Satgultor TNI senantiasa tetap terasah dan siap melaksanakan Operasi Khusus dengan berbagai bentuk medan yang dihadapi,” jelasnya.

Aksi pembebasan sandera teroris di gedung DPR RI

Pembebasan sandera pejabat DPR RI oleh Satgultor sendiri serta pengambil alihan Gedung DPR RI disaksikan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel, Sesjen DPD RI Rahman Hadi, Bobby Adhityo Rizaldi dan anggota DPR lainnya.

Sementara pejabat TNI yang hadir di antaranya Irjen TNI Letjen (Mar) Bambang Suswantono, Asrenum Panglima TNI Laksda Heru Kusmanto, Asops Panglima TNI Mayjen Syafruddin, Dankormar Mayjen (Mar) Suhartono, Dankorpaskhas Marsda Eris Widodo, Wadan Kodiklat TNI Marsda Eko Dono, Wadan Koopssus TNI Brigjen Widodo dan Wakapuspen TNI Laksma Tedjo Sukmono.

Mayjen TNI Richard Tampubolon mengatakan, meskipun saat ini dalam keadaan Pandemi Covid- 19, namun  seluruh prajurit Satgultor TNI tetap berupaya melatih diri dan mempersiapkan segala sesuatunya sebagai bentuk kesiapsiagaan sekaligus mengantisipasi setiap ancaman yang bakal terjadi.

Gedung DPR RI diserang
Gedung DPR RI diserang teroris Foto: net

Tujuan latihan pembebasan sandera dilakukan guna  menguji kesiapsiagaan Satgultor TNI dalam melaksanakan operasi penanggulangan terorisme guna menghadapi berbagai ancaman teror yang setiap saat dapat terjadi.

Menurutnya, latihan kali ini sengaja dirancang dengan mengambil lokasi di Gedung DPR RI dengan tujuan untuk menguji kesiapan para prajurit Satgultor TNI yang terdiri dari Satuan 81 Kopassus, Denjaka TNI AL dan Satbravo 90 Paskhas TNI AU, dalam menghadapi aksi terorisme di tengah kota.

Latihan penanggulangan teror oleh Satgultor TNI akan terus dilaksanakan di berbagai tempat guna membekali pengetahuan dan keterampilan kepada prajurit untuk mengenal berbagai medan dan rintangan baik yang ada di hutan, perairan maupun perkotaan, sehingga seluruh prajurit Satgultor TNI senantiasa siap ditugaskan di dalam mapun di luar wilayah NKRI.

“Kami berharap para prajurit akan semakin mantap dalam mengaplikasikan kemampuan, ketrampilan dan kemahiran dalam menghadapi berbagai ancaman aksi-aksi terorisme di tanah air,” tegasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close