Trending

Tertular dari keluarga, Bupati Karawang kembali positif Covid-19

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana kembali positif Covid-19. Cellica tercatat untuk kedua kalinya terpapar Corona.

“Saya positif untuk yang kedua kali setelah tes swab pada 14 Juli 2021,” ujar Cellica seperti dilansir dari Antara, Rabu (21/7/2021).

Cellica menuturkan, dirinya berinisiatif swab test PCR setelah sakit flu. Cellica mengaku terpapar dari keluarganya. Kini, Bupati Karawang itu menjalani isolasi mandiri.

Cellica mengimbau masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan. Apalagi saat ini varian Delta yang dinilai lebih cepat menular sudah masuk wilayah Karawang.

Sebelumnya, Cellica juga pernah terpapar virus corona pada Maret 2020. Kala itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan ke publik terkait kondisi Cellica yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Bupati Karawang Cellica Nurachdiana. Foto: Ist
Bupati Karawang Cellica Nurachdiana. Foto: Ist

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mencatat hingga Selasa (20/7/2021) kasus Covid-19 di Karawang masih cukup tinggi. Jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 37.152 atau bertambah 380 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Dari jumlah itu, rinciannya adalah 1.436 orang meninggal atau terjadi penambahan 17 orang. Kemudian jumlah pasien yang sembuh bertambah 477 orang, sehingga jumlahnya menjadi 30.154 orang.

Sementara warga yang menjalani isolasi mandiri usai dinyatakan positif Covid-19 tercatat 4.635 orang atau berkurang 121 orang. Lalu yang masih dirawat hari ini bertambah tujuh orang atau jumlahnya menjadi 927 orang.

Lebih jauh varian delta

1. Delta lebih menular daripada strain virus lainnya

Delta adalah nama untuk virus corona varian B.1.617.2, mutasi SARS-CoV-2 yang awalnya muncul di India. Kasus Delta pertama diidentifikasi pada Desember 2020, dan jenisnya menyebar dengan cepat, segera menjadi jenis virus yang dominan di India dan kemudian Inggris Raya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut versi virus ini merupakan “yang tercepat dan terkuat.” Delta menyebar 50% lebih cepat daripada Alpha, yang 50% lebih menular daripada strain asli SARS-CoV-2, katanya.

Dalam lingkungan yang sama, Delta akan menyebar dari satu orang ke mungkin 3,5 atau 4 orang lainnya. Karena matematika, itu tumbuh secara eksponensial dan lebih cepat.”

2. Orang yang tidak divaksinasi paling berisiko terinfeksi

Orang yang belum sepenuhnya divaksinasi terhadap Covid-19 paling berisiko.

3. Vaksinasi adalah perlindungan terbaik terhadap Delta

Menurut para dokter, hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dari Delta adalah mendapatkan vaksinasi lengkap.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close