Trending

Terungkap, begini isi medsos dan HP penusuk Syekh Ali Jaber, ternyata…

Jejak pelaku penusukan penceramah Syekh Ali Jaber telah dilakukan profiling oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hasilnya, BNPT menyatakan kalau pelaku AA, tidak ada kaitannya dengan jaringan terorisme.

Hal itu seperti yang diungkapkan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. Menurut Boy Rafli, pendalaman menyebutkan hal itu, pelaku dan jaringan teror, tak berkait.

Baca juga: Warganet ledeki Fadli Zon usai kritik Ahok: Sejak kapan kadrun rasis?

“Sejak peristiwa itu kita juga melakukan profiling terhadap pelaku. Dari hasil pendalaman kita hari ini sampai dengan siang ini sementara tidak melihat adanya indikasi pelaku terkait dengan jaringan teror,” kata Boy Rafli, disitat Antara, Kamis, 17 September 2020.

Alfin Andria, penusuk Syekh Ali Jaber
Alfin Andria, penusuk Syekh Ali Jaber. Foto Instagram @crazypeopleind_

Tak cuma sekadar pendalaman biasa, sebab BNPT juga mengaku telah melakukan penelusuran jejak digital terhadap pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. Baik di akun media sosialnya, maupun HP milik dia.

Lalu apa hasilnya? Rupanya Boy Rafli lagi-lagi menyebut pelaku penusukan Syekh Ali tidak ada kaitannya dengan radikalisme.

“Termasuk dari kami juga menelusuri jejak digitalnya, apakah yang terkait pernah ada komunikasi atau menyampaikan atau penyebarluasan hal-hal yang terkait masalah radikal, intoleran dan sebagainya. Kami masih belum mendapatkan hal-hal yang mengarah ke arah ke sana,” ujarnya.

Ilustrasi aplikasi di HP. Foto: Matam Jaswanth di Unsplash
Ilustrasi aplikasi di HP. Foto: Matam Jaswanth di Unsplash

Terus didalami

Kata Boy, BNPT mendorong penyidik Polri untuk terus mendalami kasus ini. Soal informasi mengenai dugaan gangguan jiwa juga perlu dibuktikan kebenarannya.

“Kami memberikan dukungan kepada penyidik di Lampung untuk melakukan pemeriksaan dengan mengundang ahli di bidang psikologi dan psikiatri, mendalami apakah memang benar mengalami gangguan jiwa.”

“Artinya, ini sesuatu yang memang terjadi dalam kejiwaan yang bersangkutan atau hal-hal yang dibuat-buat, ini harus pendalaman oleh ahlinya,” katanya.

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditusuk oleh AA saat mengisi pengajian di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu, 13 September 2020. Syekh Ali Jaber mengalami luka pendarahan pada lengan kanan akibat tusukan pisau tersebut.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close