Trending

Terungkap! Pangeran Salman ternyata pernah punya niat jahat racuni Raja Saudi

Eks pejabat tinggi intelijen Arab Saudi yang saat ini tinggal di pengasingan, Saad Aljabri mengungkap fakta mengejutkan dengan menyebut bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) pernah memiliki niat jahat untuk membunuh Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud (almarhum) pada tahun 2014 silam.

Menukil Newsweek, 25 Oktober 2021, Aljabri menyebut, Pangeran Salman ingin membunuh sang Raja dengan menggunakan cincin beracun dari Rusia. Hal itu diungkap Aljabri saat melakukan wawancara dengan CBS News baru-baru ini.

Aljabri sendiri merupakan eks pejabat nomor dua di intelijen Saudi. Dia juga sekaligus penasihat utama Mohammed bin Nayef, keponakan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Pangeran Salman menggantikan bin Nayef sebagai pewaris takhta Saudi dalam kudeta kerajaan tahun 2017 silam. Pada saat itu, Aljabri telah meninggalkan Arab Saudi dan mengaku dia sudah tidak merasa aman. Setelah kudeta terjadi, Aljabri akhirnya melarikan diri ke Kanada, negara tempat dia tinggal sekarang.

Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Foto: Al Bawaba
Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Foto: Al Bawaba

Pangeran MBS dan bin Nayef diketahui mengadakan pertemuan pada tahun 2014 silam. Di pertemuan itu, Pangeran MBS membual bahwa dia bisa membunuh Raja Abdullah untuk membuka jalan bagi pemerintahan ayahnya.

“Dia (MBS) mengatakan kepada saya ‘Saya ingin membunuh Raja Abdullah. Saya mendapatkan cincin beracun dari Rusia. Cukup bagi saya untuk berjabat tangan dengannya dan dia akan selesai (tewas)’,” tutur Aljabri.

“Itu yang MBS katakan. Entah dia hanya membual atau apa. Tapi dia mengatakan hal itu dan kami menganggapnya serius,” lanjut Aljabri.

Pada saat itu, bin Nayef menjabat sebagai kepala intelijen Saudi dan bin Salman menjabat sebagai penjaga istana kerajaan ayahnya, tanpa peran resmi dalam pemerintahan. Aljabri mengatakan dia melihat rekaman pertemuan itu dan salinan video itu masih ada sampai sekarang.

Dalam wawancara itu, Aljabri menggambarkan Pangeran MBS sebagai seorang psikopat tanpa empati yang tidak pernah merasakan emosi dan tidak pernah belajar dari pengalamannya.

Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Foto: Daily Sabah
Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Foto: Daily Sabah

Sejumlah skandal memang terjadi dari Kerajaan Saudi sejak bin Salman berkuasa. Salah satu skandal yang fenomenal adalah dibunuhnya Kolumnis Washington Post yang berbasis di AS, Jamal Khashoggi. Jamal, yang merupakan seorang kritikus pemerintah Saudi tewas dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018 lalu.

Narasi yang saling bertentangan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kematiannya muncul setelah insiden tersebut. Pemerintah Saudi mengatakan agen jahat membunuh Khashoggi ketika mereka berusaha membujuknya untuk kembali ke negara itu. Pejabat Turki mengklaim bahwa agen tersebut dikirim oleh pejabat tinggi di pemerintah Saudi.

Sementara itu, penelusuran yang dilakukan intelijen AS menemukan bahwa Pangeran MBS sebenarnya mengetahui operasi tersebut, tapi dia menyangkalnya.

Dalam sebuah pernyataan kepada CBS, pemerintah Saudi menyebut Aljabri sebagai mantan pejabat pemerintah yang didiskreditkan dengan tukang ngarang dan sering menciptakan gangguan untuk menyembunyikan kejahatan keuangan yang dia lakukan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close