Trending

Terungkap pihak yang gaungkan seruan turunkan Jokowi: Mereka itu rakyat malas!

Pegiat media sosial Denny Siregar mengaku geram dengan adanya seruan turunkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Denny menilai, sebenarnya seruan turunkan Presiden Jokowi sudah lama ada dan sayangnya usaha tersebut tak pernah berhasil.

“Dari dulu mereka pengennya ‘Turunkan Jokowi’. Tapi enggak pernah berhasil,” kata Denny Siregar dalam kicauan di akun media sosial Twitter pribadinya, dikutip Hops pada Jumat, 23 Juli 2021.

Presiden Jokowi marah. Foto: Youtube.
Presiden Jokowi marah. Foto: Youtube.

Lantaran upaya kampanye pelengseran Jokowi itu tidak berhasil, kini kelompok oposisi tersebut justru memprovokasi dengan mengatas namakan pihaknya sebagai rakyat kecil.

Padahal, kata Denny, rakyat kecil sebenarnya paham atas adanya kebijakan PPKM yang sebentar lagi bakal dilonggarkan. Oleh sebabnya, dia menyebut pihak yang menginginkan Jokowi turun bukan atas nama rakyat kecil, melainkan sebagai rakyat malas.

“Sekarang mau atas namakan rakyat kecil segala. Rakyat kecil enggak apa-apa, mereka paham kok. Mereka memang kecekek, tapi sebentar lagi semua longgar. Yang teriak turunkan Jokowi itu rakyat malas, bukan rakyat kecil,” ujarnya.

Lebih lanjut Denny juga menjelaskan upaya dari kelompok rakyat malas yang berusaha keras menurunkan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Menurutnya, mereka menginginkan Jokowi turun hanya karena kelaparan akibat malas bekerja. Hanya saja mereka tak mau mengakui kesulitan hidupnya.

“Rakyat malas itu tiap laper bawaannya pengen nurunkan Presiden. Padahal Presiden udah ganti berkali-kali mereka tetap begitu aja,” tutur Denny.

“Mereka lapar karena malas. Cuman enggak mau ngaku aja,” tandasnya.

Demokrat urai dosa Pemerintahan Jokowi: Wajar tak lagi dihormati rakyat

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi soal TWK KPK. Foto Setkab.go.id

Partai Demokrat menganggap Pemerintahan Presiden Jokowi saat ini sudah tak lagi dihormati rakyat. Bagaimana tidak, banyak sekali rakyat yang protes atas ketidaktegasan dan ketidakbecusan Pemerintahan Jokowi dalam memerintah ketika pandemi melanda.

Yang paling disoroti adalah banyaknya inkonsistensi kebijakan yang dikeluarkan. Berat di rakyat, namun ringan di pejabat dan warga asing. Alhasil, rakyat menurut Demokrat kemudian menjadi acuh dan tak lagi menghormati pemerintahan Jokowi.

Sebagai bukti, banyak masyarakat yang tetap acuh ketika Pemerintah berkoar-koar meneriakkan PPKM. Mereka cuek dengan aktivitasnya.

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, mengatakan, semua sebenarnya dimulai dari pemerintah sendiri.

“Bagaimana Pemerintahan Jokowi tak lagi dihormati rakyat, karena banyak sekali inkonsistensi. Salah satunya di awal sudah diingatkan oleh banyak pengamat, tetapi Pemerintah mendadak kirim bantuan oksigen ke India pada Mei, dan bantuan lainnya,” kata dia di Tagar TV, dikutip Kamis, 22 Juli 2021.

Hal selanjutnya, di saat rakyat dilarang mudik, Pemerintahan Jokowi malah membolehkan tenaga kerja asing masuk. Termasuk sebelumnya, membiarkan pesawat India masuk.

“Padahal seperti kita tahu, Delta itu bersumber dari India. Lalu, pekerja non esensial dari luar negeri bebas masuk. Bagaimana kemudian rakyat bisa menghormati Pemerintahan Jokowi kalau dia yang buat aturan tapi inkonsistensi dengan aturan tersebut,” katanya.

Demokrat anggap menteri runtuhkan Pemerintahan Jokowi

Di sisi lain, Demokrat juga menilai banyak menteri di Kabinet Jokowi yang mbalelo dan merusak citra Pemerintahan. Sebut saja ada menteri yang fokus cari cuan di tengah pandemi, fokus ekonomi selamatkan rekanan, sampai bawa-bawa kepentingan politik.

Salah satunya adalah KSP Moeldoko yang hingga kini masih sibuk memikirkan ambisi politiknya di Demokrat.

Padahal, jelas-jelas dia bersama gerbong Demokrat kongres Medan resmi tak diakui oleh Menkumham. “Itulah, karena tak punya etika. Mungkin satu sisi Jokowi serius memikirkan negara dengan statemen-statemennya soal PPKM. Tetapi kita lihat timnya di kabinet.”

“Ada yang ambisi politik, sibuk cari cuan, ada yang kok bisa keluar negeri, entah izin sama siapa ya. Betapa koordinasi di dalam sangat kontradiktif sekali, antara satu kebijakan dengan kebijakan lainnya,” katanya.

Demokrat meminta agar sebagai teladan Pemerintahan Jokowi harus memberi contoh yang baik bagi rakyatnya. Sebab kalau tidak, rasa tidak dihargai oleh rakyat itu akan semakin dalam lagi.

“Kalau tidak bagaimana rakyat mau mendengarkan. Harapan kami Pemerintah kompak, fokus, jangan bawa kepentingan. Kita fokus sama-sama atasi pandemi dengan baik.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close