Trending

Terungkap: Taiwan sudah lapor bahaya corona dari Desember, tapi dicueki WHO

Sebuah pernyataan mengejutkan disampaikan Pemerintah Taiwan kepada publik. Rupanya, Taiwan selama ini mengaku sudah mengirim peringatan bahaya soal virus corona kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak Desember 2019 lalu.

Tetapi, menurut Taiwan, WHO ketika itu justru mencueki laporan corona mereka dan menganggapnya hanya sebagai angin lalu. Bukan cuma sekadar klaim belaka, Taiwan kemudian memperlihatkan bukti surat elektronik (surel) alias email kepada WHO.

Baca Juga: PSBB bikin pengangguran tinggi, Anies tegas katakan nyawa jauh lebih penting

Dalam email itu, Taiwan memperingatkan WHO untuk bersikap dan waspada serta mengambil langkah siaga dengan virus corona, karena memiliki potensi penularan antarmanusia. Demikian disitat Fox News, Rabu 15 April 2020.

Petugas medis corona mengenakan APD
Petugas medis corona mengenakan APD. Foto Instagram @adupi_indonesiaofficial

Email sendiri dikirim oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan kepada WHO tertanggal 31 Desember 2019, usai membunyikan alarm bahaya akibat menemukan tujuh kasus pneumonia atipikal yang mereka ketahui di Wuhan, tempat virus itu berasal.

Namun Taiwan belum bisa bereaksi banyak saat itu, karena di negaranya belum ditemukan kasus virus tersebut.

Atas kelambanan inilah, Taiwan kemudian menuding WHO telah meremehkan tingkat keparahan dan penyebaran virus corona. Belakangan, atas email Taiwan inilah, WHO disudutkan banyak pihak, termasuk Amerika Serikat di bawah kendali Donald Trump.

Ketika ditanya media tentang kasus-kasus virus corona, Taiwan menjawab; “Otoritas kesehatan China mengatakan kasus-kasus itu diyakini bukan SARS; namun sampel masih dalam pemeriksaan, dan kasus-kasus telah diisolasi untuk perawatan.”

loading...

Di satu sisi, WHO sebelum Taiwan mempublikasi bukti email terus membantah kalau mereka telah diberitahu sejak Desember, tentang kemungkinan penyebaran virus corona dari orang ke orang.

“Namun, karena pada saat itu belum ada kasus penyakit di Taiwan, kami tidak dapat menyatakan secara langsung dan meyakinkan bahwa telah terjadi penularan dari manusia ke manusia,” kata CDC Taiwan.

Taiwan mengatakan bahwa WHO dan CDC China menolak untuk memberikan informasi yang memadai yang dapat berpotensi mempersiapkan pemerintah untuk menghadapi dampak virus lebih cepat.

WHO kemudian dituding banyak pihak mengabaikan peringatan dari Taiwan dan terus mengulangi kembali poin yang terkesan tak mau disalahkan.

Tedros Adhanom WHO. Foto: Ist

Dalam rekam jejak, WHO sendiri mengakui telah menyatakan tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia dari patogen baru bahkan hingga 14 Januari lalu.

Sementara itu, ketegangan antara Taiwan dan WHO telah menyebabkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump gusar. Trump pun mempertimbangkan untuk menarik dana kontribusi untuk organisasi tersebut. Amerika sendiri belakangan memang tercatat sebagai donator terbesar WHO.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close