Trending

Tes keperawanan dihapus, Jenderal Andika jangan salip Panglima TNI dong

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi perhatian setelah dia umumkan hapus tes keperawanan bagi calon prajurit perempuan. Pengumuman ini disyukuri sejumlah pihak namun ada yang mengeluhkan lho, Jenderal Andika jangan salip Panglima TNI dong.

Salah satu pihak mempertanyakan keputusan Jenderal Andika hapus tes keperawanan adalah pengamat militer Khairul Fahmi. Menurutnya perlu kejelasan penghapusan tes keperawanan calon prajurit TNI tersebut.

Tes keperawanan prajurit TNI AD dihapus

KASAD Andika Perkasa. Foto: Antara
KASAD Andika Perkasa. Foto: Antara

Jenderal TNI Andika Perkasa mengumumkan penghapusan tes keperawanan di lingkungan TNI AD pada Rabu lalu. Dalam pengumuman lewat video, Jenderal Andika mengatakan rekrutmen prajurit perempuan TNI AD pada Mei lalu sudah hapus tes tersebut. Namun demikian pemeriksaan organ luar viral dan abdomen calon prajurit perempuan masih dilakukan.

“Sekarang tidak ada lagi pemeriksaan inspeksi vagina dan serviks. Tapi pemeriksaan genitalia luar, abdomen, tetap,” ujar Andika Perkasa dikutip dari BBC News Indonesia, Jumat 13 Agustus 2021.

Tes keperawanan bagi calon prajurit perempuan diatur dalam Keputusan Panglima TNI Nomor 920 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan dan Uji Kesehatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Nah pengamat militer Khairul Fahmi mempertanyakan apakah Panglima TNI sudah merestui penghapusan tes untuk calon prajurit wanita itu. Fahmi meminta Jenderal Andika jangan parsial dan mendahului Panglima TNI. Perlu dicek dulu, apakah Panglima TNI sudah mengubah petunjuk teknis soal penghapusan tes tersebut.

“Belum diketahui juga apa kebijakan itu sudah disetujui atau tidak,” ujarnya dikutip Pantau.com, jaringan Hops.id.

Fahmi menekankan jangan sampai penghapusan tes keperawanan ini cuma berjalan di salah satu matra saja. Fahmi menyarankan harus ada mekanisme yang konstruktif dengan matra lain di TNI apabila gagasan penghapusan tes tersebut benar-benar diterapkan dalam rekrutmen calon prajurit perempuan TNI.

Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) itu sih sepakat banget tes keperawanan dihapus dari rekrutmen calon prajurit perempuan. Namun tetap saja perlu lho pemeriksaan alat reproduksi prajurit perempuan, yang tujuannya untuk memastikan kesehatan bukan untuk mengecek apakah calon prajurit itu masih perawan atau tidak.

Matra lain bagaimana?

Prajurit wanita TNI AL
Prajurit wanita TNI AL. Foto Instagram @cindykamurahan

Berkaitan dengan penghapusan tes keperawanan ini, Pusat Penerangan Mabes TNI menolak menanggapi, tapi Kepala Dinas Penerangan TNI AD Tatang Subarna kepada BBC News Indonesia mengatakan aturan penghapusan tes keperawanan belum ditindaklanjuti dengan peraturan resmi terbaru pada tahun ini.

“Ini kewenangan bukan kewenangannya dari Mabes TNI, tapi kewenangan tataran pembinaan yaitu KASAD,” kata Kadispenad.

Sedangkan TNI AL menegaskan akan tetap melaukan tes kehamilan dan kandungan untuk mengecek kesehatan calon prajurit wanita. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Julius Widjojono menjelaskan tidak ada istilahnya tes keperawanan, yang ada tes kehamilan dan kandungan.

Jadi dia mengatakan dalam hal pemeriksaan calon prajurit ada robek selaput daranya, maka akan didalami apakah ini berkaitan dengan kecenderungan perilaku seks menyimpang atau akibat senam atau naik kuda. Itu akan terdeteksi secara ilmiah kok.

“Kalau yang robek karena seks menyimpang ya enggak akan kami terima karena masih banyak yang antre. Kalau yang karena senam atau naik kuda akan didalami tes lain,” kata dia.

Nah TNI AL menegaskan, calon prajurit pria juga akan dites moralitasnya, yakni melihat rekam jejak kesehatan, soalnya bakal ketahuan kok kalau aneh-aneh.

“Ketika dia ketahuan kena (penyakit) gonore berarti kan hobinya jajan. Masak kita terima?” jelas Kadispenal.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close