Hobi

Tiga aplikasi ini paling banyak intip data pengguna, nomor satu populer banget

Kian berkembangnya teknologi dan media sosial saat ini menimbulkan sebuah permasalahan yang menjadi perhatian. Permasalahan itu adalah soal keamanan data pribadi pengguna. Persoalan ini selalu jadi isu yang disorot ketika membahas suatu teknologi atau aplikasi media sosial.

Baru-baru ini, perusahaan penyedia layanan penyimpanan cloud, pCloud, baru saja menerbitkan riset mengenai aplikasi yang paling banyak menggunakan dan membagikan data penggunanya.

Dari laporan tersebut diketahui, Instagram, Facebook dan LinkedIn menempati posisi tiga teratas aplikasi paling populer yang banyak ‘mengintip’ data penggunanya dan menggunakannya untuk layanan iklan.

Studi ini dilakukan menggunakan fitur label privasi baru Apple yang ditampilkan di App Store. Label ini mengkategorikan semua informasi yang dapat dikumpulkan oleh aplikasi ke dalam 14 kategori.

Aplikasi Instagram. Foto: Erik Lucatero di Unsplash
Aplikasi Instagram. Foto: Erik Lucatero di Unsplash

Hasilnya, Instagram jadi peringkat teratas dengan presentase pengambilan data 79 persen. Dari laporan tersebut, Instagram diketahui merekam beberapa data seperti riwayat pembelian, lokasi, kontak pengguna di peringkat, riwayat pencarian dalam aplikasi, riwayat browsing, identitas, pemakaian data seluler, hingga informasi keuangan.

“Pantas saja ada begitu banyak konten yang dipromosikan di feeds Anda,” tulis pCloud di blog mereka, dilansir Suara, Rabu 10 Maret 2021.

“Dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan, dikhawatirkan Instagram menjadi aplikasi untuk berbagi data pengguna yang tidak diketahui dalam jumlah besar,” sambungnya.

Sementara itu, Facebook diketahui mengambil data pengguna dengan persentase 57 persen. Data pengguna mencakup riwayat pembelian, lokasi, kontak pengguna di perangkat, informasi keuangan dan data-data lainnya.

Kemudian media sosial yang biasa digunakan terkait pekerjaan, LinkedIn, duduk di peringkat ketiga dengan persentase 50 persen. Data mencakup riwayat pembelian, lokasi, kontak pengguna di perangkat, riwayat pencarian dalam aplikasi, identitas, hingga pemakaian data selular.

Aplikasi Facebook. Foto: Solen Feyissa di Unsplash

Selain itu, Facebook dan Instagram disebut menjadi aplikasi yang paling banyak menggunakan data untuk memasarkan produk mereka sendiri, kata pCloud.

Ini juga termasuk beberapa hal seperti penayangan iklan Facebook atau Instagram di platform lain, promosi dalam aplikasi untuk keuntungan mereka sendiri hingga pihak ketiga yang mengiklan. Kedua media sosial ini sama-sama memiliki presentase hingga 86 persen.

Sementara itu, di sisi lain, pCloud juga menerbitkan daftar aplikasi yang paling aman digunakan. Ini artinya, kebalikan dari tiga di atas yang telah disebutkan, aplikasi berikut ini menjadi yang paling sedikit mengintip dan menggunakan data penggunanya.

Dari daftar yang dikeluarkan pCloud itu, Signal menduduki peringkat pertama sebagai aplikasi yang paling sedikit mengintip data penggunanya dengan presentase 0 persen.

Kemudian disusul Clubhouse, Netflix, Microsoft Teams, Google Classroom, Skype, Telegram dan Zoom yang juga punya angka 0 persen. Sementara itu, BIGO LIVE, Discord dan Likke menggunakan data pengguna dengan presentase 2 persen.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close