News

TikTok ketangkap basah, ternyata suka intip privasi pengguna

Aplikasi TikTok tertangkap basah melanggar privasi pengguna. Hal ini bermula dari investigasi yang dilakukan oleh peneliti Apple, Talal Haj Bakry dan Tommy Mysk. Keduanya mendapati kalau TikTok adalah satu dari sekian banyak aplikasi yang mampu mengakses clipboard di gadget pengguna.

Alhasil, pihak Apple pun sedang berusaha menangani masalah ini, khususnya pada iOS 14. Mereka akan meluncurkan OS baru di mana pengguna gadget akan mendapat peringatan ketika ada aplikasi yang ketahuan “memata-matai”.

Baca juga: Colin Huang si ‘anak kemarin sore’ yang salip kekayaan Jack Ma

logo TikTok di Google Play
logo TikTok di Google Play Foto: google play

Dilansir dari Forbes, pihak Bytedance sebagai pemilik TikTok menyalahkan Google advertising SDK yang sudah usang. Menurut mereka, Google Advertising SDK dengan versi yang lama membuat aplikasi TikTok tak sengaja mengakses gadget pengguna.

Namun, setelah “kepergok” oleh iOS 14, argumen TikTok justru berubah.

Kini, TikTok beralasan bahwa kejadian ini disebabkan oleh sebuah fitur anti-spam yang didesain untuk mengidentifikasi spam dan aksi yang berulang. TikTok juga mengakui telah memperbarui aplikasi mereka di App Store dan membuang fitur anti-spam tersebut.

Sebagai brand aplikasi yang kini tengah booming, TikTok mengklaim bahwa mereka berkomitmen untuk melindungi privasi pengguna dan transparan dengan cara kerja mereka. Seolah hendak membuktikan pernyataan tersebut, TikTok pun membuat pernyataan berani yang berbunyi sebagai berikut, “(TikTok) menanti kedatangan para ahli dari luar ke Pusat Transparasi milik kami tahun ini.”

Setelah ramai, TikTok pun mengaku akan memperbaiki aplikasi mereka.

Sebelumnya, seorang pengguna Tiktok telah melaporkan masalah ini pada perusahaan asal China tersebut. Namun, Tiktok masih bersikeras menyangkal dan melakukan pembelaan.

Perlu dicatat bahwa TikTok bukanlah satu-satunya aplikasi yang diduga melanggar privasi. Sebelumnya, Zoom dan beberapa aplikasi filter foto juga tersandung kasus yang sama.

TikTok
TikTok Foto: westfield state university

Meski cukup membantu, namun pihak Apple mengakui bahwa mekanisme yang mereka kembangkan belum cukup untuk melindungi privasi pengguna. Oleh karena itu, publik dihimbau untuk lebih waspada terhadap kejahatan siber dalam mengunduh aplikasi.

Sementara itu, belum diketahui secara pasti bagaimana nasib dari pengguna Android tentang masalah keamanan privasi ini. (re2)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
X
Close