Trending

Polisi: Ada tindak pidana di kebakaran Kejagung, tersangka segera diperiksa

Penyidik Bareskrim Polri menyimpulkan ada tindak pidana kebakaran Kejagung. Makanya polisi sedang menargetkan tersangka. Temuan tindakan pidana kebakaran Kejagung ini setelah tim bersama Polri dan Kejaksaan Agung memeriksa 130 saksi dan analisis bukti dan TKP.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakaan kesimpulan penyidik sementara ada dugaan tindakan pidana dalam peristiwa kebakaran gedung Kejaksaan Agung pada 22 Agustus 2020.

Baca juga: Insiden penusurkan Syekh Ali Jaber, ulama banjir tawaran pengawalan

“Berdasarkan data instrumen dan metrografi, keterangan saksi 130, bahwa kebakaran ini untuk sementara penyidik berkesimpulan ada dugaan peristiwa pidana,” ujar Kabareskrim di Jakarta dalam konferensi pers yang disiarkan di Instagram, Kamis 17 September 2020.

Tindak pidana kebakaran Kejagung

Kebakaran gedung kejagung
Kebakaran gedung kejagung Foto: Antara

Oleh karena temuan adanya indikasi tindakan pidana itu, Kabareskrim mengatakan, Polri telah menggelar perkara dengan tim Kejaksaan Agung.

“Dalam gelar perkara itu kami sepakat meningkatkan kasus ini jadi penyidikan dengan dugaan pasal 187 dan 188 KUHP,” ujar Kabareskrim.

Baca juga: Ahok saran bubarkan BUMN, lihat jabatan komisaris banyak titipan

Kabareskrim mengatakan penyidik akan segera memeriksa potensial tersangka dalama kasus pidana kebakaran Kejagung tersebut.

Bunyi pasal 187 dan 188 KUHP

Kebakaran gedung kejagung
Kebakaran gedung kejagung Foto: Antara

Pasal 187 KUHP berbunyi “Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam:

  1. dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang;
  2. dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain;
  3. dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati.

Baca juga: Blak-blakan, pakar ini beberkan manfaat ganja di persidangan

Sedangkan pasal 188 KUHP berbunyi: “Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati.”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close