Trending

Publik heran TNI turun tangan copot baliho HRS, Gun Romli beri jawaban logis

Keputusuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terjun langsung mencopot sejumlah baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) di pinggir jalan menuai sejumlah respons. Meski banyak pihak mendukung langkah penertiban tersebut, namun tak sedikit yang bertanya-tanya: mengapa TNI repot-repot mengurus baliho?

Terkait hal itu, aktivis Nahdlatul Ulama atau NU, Guntur Romli mengurai sejumlah alasan logis mengapa TNI sampai turun tangan mencopot baliho Habib Rizieq. Sebab, kata dia, seandainya Satpol PP yang menurunkan, simpatisan HRS bakal melawan. Sementara jika polisi yang turun tangan, maka situasinya pasti lebih buruk.

Baca juga: Kyai NU tantang Habib Rizieq temui TNI, jangan bisanya cuma ngehina

Baca Lainnya

  • “Kalau menurut Pangdam, baliho HRS yang tidak berizin itu diturunkan Satpol PP, tapi dinaikkan kembali. Kalau polisi yang menurunkan nanti ribut, dianggap kriminalisasi ulama, seperti selama ini yang di-framing diadu domba kelompok-kelompok yang nyinyir kepada pemerintah,” ujar Gun Romli, dikutip dari Detik, Kamis 26 November 2020.

    Politisi PSI Guntur Romli. Foto: IG Guntur Romli.
    Politisi PSI Guntur Romli. Foto: IG Guntur Romli.

    Selain itu, Gun Romli meminta masyarakat memahami, bahwa menurunkan baliho HRS sejatinya bukan pekerjaan remeh-temeh. Sebab, kata dia, baliho tersebut bukan sekadar gambar dan tulisan, melainkan menyimpan misi tertentu berkaitan dengan perlawanan HRS terhadap pemerintah.

    “Kalau kita lihat, itu bukan sekedar baliho, tapi balihonya Habib Rizieq itu merupakan pembangkangan terhadap negara, terhadap aparat,” terangnya.

    Bukan hanya itu, Gun Romli juga menilai, tata cara pemasangan baliho HRS di sejumlah lokasi cenderung ilegal. Maka, ketika simpatisan Imam Besar FPI itu melakukan perlawanan dengan memasang baliho baru, semakin banyak pelanggaran yang mereka dibuat.

    “Kalau saya melihat baliho yang munculkan Habib Rizieq dari tata cara pemasangan baliho yang ilegal, kemudian pembelaan yang tidak tepat ketika diturunkan kemudian dipasang, perlawanan terhadap Satpol PP,” tuturnya.

    Baliho Habib Rizieq
    Baliho Habib Rizieq. Foto Instagram @sailendra.utama

    Langkah TNI terjun langsung turunkan baliho HRS dinilai sudah tepat

    Secara khusus, Gun Romli mengapresiasi langkah TNI menurunkan baliho-baliho tersebut. Sebab, kata dia, baliho HRS mengandung ajakan pemberontakan dan pembangkangan. Sehingga, jika dibiarkan tentu berbahaya untuk negara.

    “Kalau Anda teriak-teriak revolusi, maknanya apa, jangan salahkan TNI kalau turun karena revolusi maknanya pemberontakan, pembangkangan. Kalau di baliho itu cuma revolusi akhlak. Tetapi Habib Rizieq, saya punya rekaman, teriak revolusi saja, itu pembangkangan terhadap negara, terhadap pemerintah. Jangan salahkan kalau TNI turun,” kata dia.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close