Trending

Nabi Muhammad SAW tak tolak jenazah musuhnya, kata Quraish Shihab

Kejadian tolak jenazah yang meninggal karena Covid-19 terjadi lagi. Insiden ini menjadi perhatian dan keprihatinan masyarakat di Tanah Air. Tokoh publik, pejabat sampai warga biasa membicarakan insiden tolak jenazah perawat yang meninggal karena Covid-19 di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Ulama tafsir Indonesia, Muhammad Quraish Shihab menjawab pertanyaan masyarakat soal ketentuan agama bagaimana dengan insiden penolakan jenazah tersebut.

Mantan Menteri Agama itu mengungkapkan, tuntunan agama mengajarkan kita untuk menghormati manusia yang meninggal, apapun kondisi dan identitas serta status sosialnya. Semuanya wajib diperlakukan dengan hormat, dikuburkan dengan layak.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ujar Quraish Shihab, tidak ada penolakan jenazah.

“Di Alquran, Allah mengutus burung gagak untuk mengajarkan (manusia) bagaimana menggali kuburan, penghormatan (jenazah) ini harus diberikan. Yang tewas dalam perang menghadapi Nabi pun, oleh Nabi diperintahkan untuk dikubur. Tidak ada alasan untuk menghalangi tidak dikubur,” jelasnya dikutip dari YouTube CariUstadz, Senin 13 April 2020.

Pemakaman jenazah korban virus corona. Foto: Antara.
Pemakaman jenazah korban virus corona. Foto: Antara.

Dengan demikian terhadap jenazah yang meninggal karena wabah Covid-19 yang statusnya lebih khusus, manusia sangat wajib menghormatinya.

“Orang yang meninggal apalagi yang meninggal dalam konteks corona, kedudukannya lebih khusus lagi. Karena dinilai sebagai syahid. Walaupun bukan syahid setingkat meninggal dalam perang,” tuturnya.

Baca juga: Putus asa mudik dicegat polisi, perantau: Bahaya, tapi saya makan apa?

Quraish Shihab menjelaskan kondisi jenazah syahid  sangat khusus, jasadnya dihormati Allah dan disambut oleh malaikat. Untuk itu jadi tidak wajar untuk dihalangi penguburannya.

Bahkan, kata dia, menghalangi dan menolak pemakaman jenazah penjahat dan berdosa pun, Islam tidak memerbolehkannya.

“Tidak ada alasan menghalangi setelah cara protokol ketentuan yang ditentukan agama dan kesehatan telah dipenuhi. Saya kira sikap menghalangi apapun namanya tidak dapat dibenarkan. Lha ini perawat yang sudah berkorban diperlakukan tak pantas seperti itu. Itu di luar nalar peri kemanusiaan dan tuntunan agama,” jelasnya.

Jenazah wabah di masa Nabi Muhammad SAW

Dalam konteks jenazah yang meninggal karena wabah, di masa Nabi Muhammad SAW juga sudah pernah terjadi. Kala itu pun, jenazah tidak ditolak, tidak ada penolakan, wajib dikuburkan.

“Dalam konteks wabah itu Abu Lahab meninggal karena wabah, masa itu masih sangat terbatas tata cara dan sebagainya tidak ada yang berani memasukkan dia untuk dimasukkan ke kuburan,” tuturnya.

Atas jenazah wabah tersebut, saat itu disiasati menguburkannya dengan cara tertentu tidak sesuai dengan tata cara normal. Saat itu keluarga Abu Lahab dilakukan dengan cara sangat sederhana karena ilmu pengetahuan belum sampai dalam pengurusan jenazah wabah.

“Kala itu dijadikan lubang yang jauh, baru kemudian didorong dijatuhkan ke lubang itu memakai bambu dari jarak jauh. Jadi penolakan terhadap penguburan itu tidak ada semua sepakat dia harus dikubur tidak ada penolakan,” jelasnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close