Unik

Tolak Omnibus law, kader Demokrat makan kebuli diskon 50 persen

Pengesahan Undang-undang Omnibus Law cipta kerja ditolak dua partai oposisi Demokrat dan PKS yang menilai banyak merugikan kaum pekerja.

Dukungan kepada dua partai oposisi tersebut, membuat pedagang nasi goreng kebuli di kawasan Slipi, Jakarta Barat memberikan apresiasi melalui pemberian diskon kepada seluruh kader kedua partai oposisi tersebut.

Baca juga: Tragedi mic mati, Andi Arief: ungkap sejarah PDIP jadi oposisi

Bagi seluruh kader Demokrat dan PKS yang membeli nasi goreng kebuli akan mendapatkan diskon sebesar 50 persen dari harga normalnya. Promo potongan harga tersebut, mendadak viral dimedia sosial terkait momentum pengesahan Omnibus Law cipta kerja yang mendapat sorotan kaum pekerja.

Kader Partai Demokrat di kedai nasgor kebuli
Kedai nasgor kebuli bu Sri ramai kader Demokrat Foto: Suara.com/Bagaskara

Viralnya postingan potongan harga kedai nasi goreng kebuli menjadi perhatian bagi para kader partai Demokrat, seperti dikutip Hops dari Suara.com yang mendatangi langsung kedai nasi goreng kebuli tersembut, sudah tampak mengantri.

Dari hasil pantauan, ternyata banyak kader partai Demokrat yang mendatangi kedai tersebut untuk membeli nasi goreng kebuli Slipi Bu Sri yang ternyata yang berada di Jalan Anggrek Rosliana, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Pedagang Nasi Goreng Kebuli Slipi Bu Sri ini ternyata seorang pemuda berusia 24 tahun bernama Maxsal. Ia memberikan promo diskon bagi kader Demokrat dan PKS sebagai apresiasi lantaran kedua partai tersebut keras menolak RUU Ciptaker disahkan di parlemen.

Ilustrasi Omnibus law
Ilustrasi Omnibus law Foto: Suara

Menurut Maxsal, pemberian diskon tersebut merupakan bentuk apresiasi dirinya sebagai wiraswasta terhadap keputusan pemerintah yang mengesahkan Undang-undang Omnibus Law. Menurutnya dinamika politik Indonesia sudah berantakan.

Pilihan dua partai yang mendapatkan diskon juga dipilih Maxsal karena kedua partai tersebut sebagai penolak pengesahan Undang-undang yang telah disahkan DPR sebagai rancangan yang telah diajukan pemerintah sebelumnya.

Maxsal sendiri mengaku bukan sebagai kader ataupun simpatisan Demokrat maupun PKS, diskon diberikannya sebagai bentuk apresiasi saja untuk memberikan dukungan partai tersebut yang masih memperhatikan kepentingan kaum pekerja.

Diskon Nasi goreng kebuli untuk kader Demokrat dan PKS
Diskon Nasi goreng kebuli untuk kader Demokrat dan PKS Foto: IST

“Balik lagi saya bukan simpatisan Demokrat, saya bukan simpatisan PKS, saya hanya rakyat kecil yang melihat dinamika politik yang berantakan. Saya melihat dua partai besar yang menolak RUU Cipta Kerja dan saya apresiasi banget,” kata Maxsal ditemui di lapaknya, Selasa (6/10/2020) malam.

Maxsal mengaku ikut merasa resah dengan hadirnya UU Omnibus Law Cipta Kerja. Pasalnya, ia merasa UU tersebut bisa mengancam pekerja atau buruh.

“Nah saya berpikir saya dulu kuliah, saya aktivis juga, wah saya lihat Demokrat dan PKS konsisten sampai akhir ini wah harus ada something lah yang saya kasih,” tuturnya.

Menurutnya, kalau ada partai lain yang menolak RUU Ciptaker maka akan diberikan diskon yang sama.

“Kalau pun PDIP saya akan masukin. Saya rakyat kecil mas. Siapa yang memihak saya pilih,” tandasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close