Hot

Tompi ke Jokowi: Harga PCR atau swab harus semurah-murahnya!

Penyanyi sekaligus dokter Tompi menandai akun Presiden Joko Widodo saat menyuarakan pendapatnya tentang harga tes pemeriksaan Covid-19 lewat tes PCR hingga swab.

Sebelumnya, Tompi juga pernah menjadi sorotan publik setelah menyampaikan keresahannya tentang lelucon yang dibuat warganet tentang aturan makan di tempat selama 20 menit saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Seperti apa penjelasannya? Simak ulasan berikut.

Muslima Fest

Tompi minta harga PCR atau swab murah

Di tengah kasus positif Covid-19, banyak masyarakat yang mengeluh soal harga PCR atau swab yang dinilai terlalu mahal. Penyanyi sekaligus sutradara Tompi pun turut merasakan keresahan itu. Lewat cuitan Twitter, ayah tiga anak tersebut berharap agar pemerintah menurunkan harga PCR atau swab semurah-murahnya.

“HARGA PCR ATAU SWAB HARUS SEMURAH2nya!!! NEGARA HARUS HADIR memastikan ini,” tulis Tompi di Twitter @dr_tompi.

Menurut Tompi, bila dibandingkan dengan negara lain, harga PCR atau swab di Indonesia cenderung mahal. Pelantun Sedari Dulu itu kemudian menandai akun Twitter Presiden Jokowi.

Cuitan Tompi
Cuitan Tompi. Sumber: Twitter

“Kenapa negara lain bisa lebih murah dari kita saat ini? Bukankah Beli bayam 100 selalu lebih murah dari beli bayam 10. Ayo lah Bisa! Mohon kendalinya Pak @jokowi,” ujarnya.

Unggahan itu lantas dikomentari oleh jagat Twitter dengan berbagai pendapat. Tak sedikit yang merasa setuju dengan cuitan penyanyi pemilik nama lengkap Teuku Adifitrian tersebut.

Dok punten maaf ya, tapi kalau mau PCR gratis bisa langsung ke Puskesmas, bilang aja habis kontak erat inshaAllah diterima. PCR murah saya dukung bgt, tapi kalo gratis opsinya pun aja tgl mau atau engga aja.,” tulis seorang netter.

Org begitu disuruh swab pcr pasti udah mikir biayanya… saya yg nakes aja mikir ngeluarin duit sebanyak itu, makanya org pada gamau swab pcr, mauny swab antigen aja,, malah swab antigen jg masih mahal untuk kebanyakan orang,” kata netter lain.

Saya sdh alami Dok. Tgl 31/05/21 tes Swab Antigen di RS biayanya Rp 250rb, hasil positif & disarankan utk Swab PCR biayanya Rp 1,2jt utk memastikan apakah benar² terkena Covid atau tdk. Tp saya tolak, lgsg isoman saja. Alhamdulillaah sdh sembuh, tgl 15/06/21 sdh bisa keluar rumah,” ujar warganet.

Soal makan 20 menit

Sebelumnya, Tompi juga memberikan pendapatnya ketika kebijakan dan aturan makan 20 menit selama PPKM dijadikan bahan lelucon oleh beberapa warganet. Menurut Tompi, sikap dan kebiasaan masyarakat Indonesia gemar membuat candaan. Namun dibalik itu semua, Tompi melihat ada tujuan dan maksud tersendiri kenapa aturan tersebut dibuat.

“Makan 20 menit aja dijadikan lelucon, memang kita ini senang bercanda. Tapi terlepas dari itu, saya menangkap maksud dari makan 20 menit itu bukan masalah waktunya, tapi penekanan ‘JANGAN BERLAMA-LAMA, mengurangi risiko tertular, BIAR HIDUP LEBIH LAMA’ Bercanda boleh tapi jangan kebablasan,” ungkap Tompi.

Tompi
Sumber: Instagram Tompi

Oleh karena itu, penyanyi 42 tahun ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus tali penularan Covid-19.

“Ayolah energinya kita habiskan buat sama-sama menghentikan penularan Covid ini, daripada habis untuk menghujat dan nyari negatifnya mulu. Katanya udah capek sama keadaan begini, kalau hak bareng dan seirama enggak bakalan beres. Nah kalau semua mau bikin irama sendiri-sendiri BINGUNG lah,” pungkas Tompi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close