PBB resmi gunakan nama internasional Turkiye bukan Turkey lagi, berikut alasannya

- Kamis, 2 Juni 2022 | 19:30 WIB
PBB resmi gunakan nama internasional Turkiye bukan Turkey lagi, berikut penyebabnya (Unsplash/Ahmed Demiroglu)
PBB resmi gunakan nama internasional Turkiye bukan Turkey lagi, berikut penyebabnya (Unsplash/Ahmed Demiroglu)

Hops.ID - Nama negara "Turkiye" menggantikan "Turkey" di PBB. Hal tersebut merupakan permintaan langsung dari Turki agar negaranya disebut demikian. Oleh karena itu, badan internasional tersebut telah mengumumkan resminya pergantian Turkiye dari Turkey. Kabar itu disampaikan pada 1 Juni 2022.

Adapun juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan mereka menerima surat dari Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, meminta penggunaan "Türkiye" untuk dunia internasional.

Stephane mengatakan perubahan nama negara itu berlaku sejak surat itu diterima.
Diketahui, pihak Turki sendiri telah mengumumkan pengajuan resmi surat itu kepada PBB dan organisasi internasional lainnya pada hari 31 Mei 2022 lalu.

Melalui Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, pihak Turki mengirim surat ke PBB secara resmi meminta agar negaranya disebut sebagai “Türkiye.”

Baca Juga: Dikatain sok sombong ke Megawati, Ganjar: Ya nggak apa apa

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari dorongan Turki untuk mengubah citra negaranya dan memisahkan namanya dari burung, kalkun, dan beberapa konotasi negatif yang terkait dengannya.

Pihak PBB melalui Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengonfirmasi penerimaan surat itu pada Rabu malam.

"Bersama dengan Direktorat Komunikasi kami, kami telah berhasil mempersiapkan landasan yang baik untuk ini. Kami telah memungkinkan PBB dan organisasi internasional lainnya, negara untuk melihat perubahan ini menggunakan 'Türkiye'," kata Cavusoglu dilansir dari TRT World pada 2 Juni 2022.

Mengutip kampanye "Halo Türkiye" Turkish Airlines, Cavusoglu mengatakan kampanye itu dilihat oleh lebih dari 30 juta orang.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: TRT World

Tags

Artikel Terkait

Terkini