Simak 5 macam norma dalam kehidupan bermasyarakat beserta contohnya

- Rabu, 29 Juni 2022 | 15:30 WIB
Ilustrasi berjabat tangan dan persahabatan, sebagai salah satu norma sosial dalam kehidupan sehari-hari (Pixabay)
Ilustrasi berjabat tangan dan persahabatan, sebagai salah satu norma sosial dalam kehidupan sehari-hari (Pixabay)
  • Rajin beribadah dan memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Tidak melakukan dan melarang keras melakukan tindakan asusila. Apalagi dengan sesama hubungan darah yang sama.
  • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sebuah kegiatan, seperti berdoa sebelum makan, sebelum tidur, setelah makan, bangun tidur, berpergian, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Razman Nasution dianggap lancang gegara bawa nama Budi Gunawan, Ricky HP Sitohang: Saya pengen ketemu!

Norma hukum

Norma hukum merupakan hal utama dalam pemberlakuan sistem. Bisa tertulis dalam Undang-Undang, dan pemerintahan itu sendiri.

Hukum yang dimaksud bersifat sebuah relasi atau prinsip yang mengikat dan saling berhubungan, di mana hal itu juga disebarluaskan dan ditegakkan secara berdaulat dalam artian UUD Pancasila jika di Indonesia.

Tujuan dari norma hukum yakni menentukan hak dan kewajiban dari setiap individu.

Contoh norma hukum

  • Jika ada tamu jauh yang akan menginap 1×24 jam, harus lapor kepada ketua RT dan pihak berwenang setempat.
  • Jika di lingkungan komplek atau kampung, setiap warga, minimal mengirimkan perwakilannya (siapa yang mau) pastinya laki-laki di atas 17 tahun atau balig untuk terlibat dalam Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) atau ngepos ronda.

Baca Juga: Toyota ajak wartawan rasakan canggihnya fitur TSS di All New Veloz

Norma kesusilaan

Norma susila atau kesusilaan, merupakan norma ‘kekal’ atau gak akan ada habisnya, di mana norma tersebut membuat aturan tentang cara bersikap dan bertingkah laku bagi setiap anggota masyarakat dan keluarga sendiri atau lebih menjurus ke etika mendalam dari kesopanan.

Pelanggaran norma susila adalah sebagai pelaku tindakan asusila, terhadap norma kesusilaan itu sendiri berupa sikap membuat atau mencela orang lain secara fisik atau bahasa sekarangnya yakni ‘pelecehan seksual’.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Britannica, sciencedirect.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini