Trending

#AwasHoaxVirusCorona lagi ramai di jagat maya

Lini masa twitter lagi trending hastag #AwasHoaxVirusCorona. Ini tak lain karena bayak berita bohong berseliweran terkait pemberitaan virus corona yang mematikan itu.

Hingga pukul 13.30, Senin 3 Februari 2020, setidaknya lebih dari 11 ribu orang menyuarakan #AwasHoaxVirusCorona.

Ramalan cinta sesuai zodiak, kamu pasti beruntung

Salah satu yang dipermasalahkan adalah beredarnya video cuplikan berita Kompas TV. Dalam video itu ditayangkan tim medis RSUP Kariadi Semarang menerima empat pasien suspect virus corona dan satu pasien meninggal. Tim medis pun dengan sigap menangangi pasien tersebut.

Sayangnya, video yang diedarkan itu dipotong. Tidak menyajikan seutuhnya. Karena di akhir berita dicantumkan bahwa penanganan itu hanyalah simulasi.

Ilustrasi virus corona. Foto: Pixabay
Ilustrasi virus corona. Foto: Pixabay

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Kariadi dr N Baskoro Nurdopo, Sp Rad (K) mengatakan, rumah sakit tidak pernah menerima pasien suspect virus corona. “Berita Kompas TV yang beredar hanyalah simulasi yang dilakukan Kamis kemarin (30 Januari),” katanya.

Menurut dia, berita itu dipotong oleh orang yang tidak bertanggungjawab, sehingga menyesatkan. “Kami berharap masyarakat tetap tenang,” ujarnya.

Di Kalimantan, juga beredar sebuah informasi di media sosial mengenai virus corona yang sudah mulai tersebar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Informasi itu ramai dibahas di facebook. Tak sedikit warganet yang cemas.

Salah satunya seperti postingan Eko Febriyansyah di laman facebook-nya. “Surat edaran resmi dari Rumah Sakit Umum Abdul Aziz Singkawang, bahwa salah satu warga sudah masuk ruang isolasi karena menurut dokter rumah sakit terkena gejala Corona. Semoga hasilnya negatif dan Singkawang tetap aman. Tetap gunakan masker untuk beraktifltas, semoga semua selalu dalam lindungan Allah SWT,” tulis Eko.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang Akhmad Kismed pun membantah. Ia memastikan, isu pasien suspect corona yang dirawat di RS Abdul Aziz Singkawang adalah hoaks. “Sampai saat ini tidak ada. Saya juga sudah klarifikasi ke Direktur RS Abdul Aziz, hasilnya negatif,” katanya.

Koordinator Wilayah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Pontianak, Ema Rahmania Al Mutahar mengatakan, dengan adanya bantahan dari sejumlah pihak terkait ini, informasi yang disebarkan tersebut masuk dalam kategori disinformasi atau konten yang menyesatkan.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close