UAS sebut rayakan tahun baru tradisi Yahudi, PDIP: Tak berilmu, bahaya

- Senin, 21 Desember 2020 | 11:13 WIB
Ustaz Abdul Somad. Foto: Youtube
Ustaz Abdul Somad. Foto: Youtube


Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko mengomentari pernyataan Ustaz Abdul Somad atau UAS yang menyebut perayaan tahun baru masehi identik dengan tradisi Yahudi. Kata Budiman, apa yang disampaikan UAS sejatinya kurang tepat dan cenderung berbahaya.





Sebelumnya, UAS mengatakan, saat merayakan tahun baru masehi, biasanya orang-orang bakal meniupkan terompet sebagai bentuk kebahagiaan. Namun, kata dia, alat tiup tersebut identik dengan tradisi Yahudi pada kitab perjanjian lama. Itulah mengapa, dia meminta umat Islam jangan sampai menirunya.





“Maka tiuplah terompet-terompet untuk menyambut kedatangan tahun baru dalam tradisi Yahudi di perjanjian lama. Itu ditiuplah terompet dari tanduk kepala kerbau. Maka, jangan kasih anak-anak kita meniup terompet,” terang UAS, dikutip dari video berjudul ‘Hukum Merayakan Tahun Baru’ di saluran Youtube Dakwah Cyber.





“Tanggal 31 Desember, malam tahun baru, masjid buat tablig akbar. Undang pendakwah. Jam 10 hingga jam 11 malam, muhasabah. Jam 12 hingga jam 1 pagi. Terus, terus. Jangan sampai ada (yang merayakan tahun baru),” sambungnya.





-
Terompet. Foto: Suara.




Terkait hal itu, melalui akun Twitter pribadinya, Budiman Sudjatmiko mengkritisi apa yang disampaikan UAS dalam dakwahnya tersebut. Budiman mengatakan, ada sejumlah unsur keislaman yang merupakan hasil turunan dari tradisi-tradisi sebelumnya. Misalnya bedug, sunat atau khitan, dan larangan menyantap daging babi.

Halaman:

Editor: Jalaludin Rumi - Hops.ID

Tags

Terkini

X