Karir Moeldoko selesai, statusnya sedih diprediksi jadi gelandangan politik

- Minggu, 4 April 2021 | 15:53 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: Antaranews
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: Antaranews


Penetapan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menolak pengajuan pengesahan Partai Demokrat yang dipimpin Moeldoko dinilai akan berpengaruh pada karir mantan Panglima TNI (purn) tersebut.





Bahkan pengamat politik Muslim Arbi memprediksi jika nasib Moeldoko akan berantakan atas apa yang telah menjadi manuvernya, mulai dari pengambil alihan kepemimpinan Partai Demokrat hingga kegagalannya mendapat pengakuan dari Menkumham atas partai tandingan.





Arbi bahkan menyebut jika nasib Moeldoko juga akan lebih parah andaisaja jabatannya sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) akan digantikan Ali Mochtar Ngabalin,otomatis akan membuat Moeldoko bisa menjadi gelandangan politik.





-
Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB, Moeldoko. Foto Youtube Bang MA Official




Secara structural hal tersebut bisa saja terjadi, mengingat posisi Ali Ngabalin saat ini tengah menjabat sebagai tenaga ahli utama kantor staf Presiden.





"Bisa jadi gelandangan politik dan tidak diterima di mana-mana. Karena tindakan Moeldoko itu dianggap mencoreng wajah presiden dan memalukan Istana," ujar Muslim seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu 4 April 2021.

Halaman:

Editor: Mufrod - Hops.ID

Tags

Terkini

Wah Giring ikut-ikutan: Kalimantan bukan untuk setan!

Senin, 24 Januari 2022 | 14:20 WIB
X