Sikap Said Aqil bikin Imam Besar Masjid New York meradang, kenapa?

- Selasa, 6 April 2021 | 13:35 WIB
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil. Foto: Dailynews.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil. Foto: Dailynews.


Ketua Umum atau Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj belakangan menjadi sorotan publik usai meminta lembaga pendidikan mengurangi pelajaran akidah dan syariah. Bahkan, Imam Besar Masjid Islamic Center New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali turut berkomentar.





Sebelumnya, Said Aqil berpendapat, jika fakultas umum tingkat universitas terlalu sering mengajarkan akidah dan syariah, maka pelajar bisa terjerumus ke jurang radikalisme. Itulah mengapa, untuk mencegah hal tersebut, dia meminta dosen atau pengajar sedikit menguranginya.





“Bagi dosen agama yang mengajar agama di bukan fakultas agama, tidak usah banyak-banyak bincang akidah dan syariah. Cukup dua kali pertemuan. Rukun iman dan rukun Islam,” ujar Said Aqil yang kemudian mendapat respons Imam Besar Masjid New York, dikutip dari RMOL, Selasa 6 April 2021.





Materi seputar akidah dan syariah, kata Said Aqil, hanya boleh diperdalam di fakultas keislaman. Sebab, jika di luar itu, pelajar dikhawatirkan tak memiliki cukup bekal untuk menyaring mana yang baik dan mana yang sebenarnya kurang baik.





“Kecuali (jurusan) ushuluddin, kecuali jurusan fiqih atau tafsir hadis. Itu terserah, itu harus mendalam. Tapi, kalau dosen yang mengajar di fakultas yang umum, teknik, hukum misalnya, enggak usah banyak-banyak tentang akidah dan syariah. Cukup dua kali,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Jalaludin Rumi - Hops.ID

Tags

Terkini

Pengumuman Capres bisa kerek elektabilitas Parpol

Senin, 3 Oktober 2022 | 18:48 WIB