Pemimpin Hamas berani mati tapi takut sakit: Lebih baik dibom F-16 ketimbang Corona

- Jumat, 28 Mei 2021 | 09:45 WIB
hamas_leader_in_the_gaza_strip_yehya_al-sinwar._getty_images
hamas_leader_in_the_gaza_strip_yehya_al-sinwar._getty_images


Terkait ketegangan antara Israel dan Palestina yang belakangan memanas, pemimpin senior Hamas, Yehye Sinwar mengungkapkan bahwa dia lebih baik meninggal dunia dan jadi martir lantaran serangan bom pesawat tempur F-16 ketimbang terjangkit virus Corona.





Pernyataan mengejutkan itu diungkapkan Yehya Sinwar dalam sebuah pidato pertamanya sejak konflik sebelas hari yang merenggut nyawa ratusan warga Palestina.





-
Pesawat F-16. Foto: Lockheedmartin




Berdasarkan laporan RT News, ujaran tersebut disampaikan Yehya Sinwar ketika pejabat kesehatan Gaza memperingatkan tentang potensi bencana, mengingat pengujian vaksinasi Covid-19 yang hampir sepenuhnya mandek di kawasan Palestina tersebut.





“Hadiah terbesar yang bisa diberikan Israel kepada saya adalah dengan membunuh saya,” ujarnya.





"Saya lebih suka mati sebagai martir karena F-16 daripada mati karena virus corona atau penyakit (lain)," sambungnya.

Halaman:

Editor: Yosafat Diva Bayu Wisesa - Hops.ID

Tags

Terkini