Akademisi kecewa Megawati jadi profesor, politik rakus gerogoti moral: Nadiem bertindaklah!

- Kamis, 10 Juni 2021 | 18:14 WIB
Nadiem Makarem bersama Megawati Foto: Instagram
Nadiem Makarem bersama Megawati Foto: Instagram


Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri bakal didapuk gelar Profesor Kehormatan dengan status Guru Besar Tidak Tetap oleh Universitas Pertahanan RI (Unhan). Banyak pihak yang menilai dengan diangkatnya Megawati sebagai profesor bukti dari semakin rakusnya politik sehingga menggerogoti moral jabatan akademisi.





Salah satu pihak yang mengkritisi pengangkatan Megawati tersebut ialah Pengamat Komunikasi Politik dari Universitad Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga.





Jamiluddin mengatakan padahal umumnya para akademisi yang ingin memperoleh jabatan akademik tertinggi, harus mengikuti proses yang terbilang cukup panjang, Bahkan pendidikan terakhirsnya harus berstatus sebagai lulusan S3 (Doktor).





-
Megawati-Soekarnoputri">Megawati Soekarnoputri saat menerima doctor HC di Tokyo. Foto Instagram @puanmaharani | Akademisi kecewa Megawati jadi profesor, politik rakus gerogoti moral




Dia pun memaparakan secara khusus soal KUM yang biasa dijalani oleh para akademisi. KUM sendiri merupakan proses yang ditempuh dengan cara memenuhi berbagai unsur, di antaranya pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan unsur pendukung seperti mengikuti seminar ilmiah. Bahkan, akademisi juga harus menulis artikel yang dimuat di Scopus.





Terkait hal tersebut, Jamiluddin mengatakan, hingga saat ini saja banyak akademisi yang belum mendapat jabatan sebagai profesor dikarenakan terganjal pada pemuatan artikel di Scopus.

Halaman:

Editor: Yosafat Diva Bayu Wisesa - Hops.ID

Tags

Terkini

X