Viral video hajatan lurah di Depok, tak terapkan protokol kesehatan, Satgas Covid: ‘lurah akan kami periksa’

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 21:46 WIB
Petugas Satpol PP Kota Depok memasang garis barikade di lokasi hajatan lurah Pancoran Mas. Foto: Hops.id
Petugas Satpol PP Kota Depok memasang garis barikade di lokasi hajatan lurah Pancoran Mas. Foto: Hops.id


Sebuah video viral hajatan lurah berdurasi 20 detik viral di media sosial. Video tersebut menampilkan acara hajatan lurah di Kota Depok, Jawa Barat. Dalam video itu nampak banyak orang berjoget menarikan tarian daerah tanpa memedulikan protokol kesehatan. Ironisnya, ini terjadi di hari pertama pemberlakuan PPKM darurat.





Camat Pancoran Mas Utang Wardaya membenarkan bahwa acara hajatan tersebut dihelat oleh Lurah Pancoran Mas bernama Suganda. Dikatakan Utang, pihaknya sudah melakukan pengecekan pada dua hari sebelum pesta digelar. “Saat itu kami mengecek bersama Satpol PP juga. Kami cek tempat, jumlah kursi, dan berapa jumlah tamu yang akan diundang. Kami pastikan tak ada pelanggaran protokol kesehatan,” ujar Utang saat dikonfirmasi Hops.id, Sabtu (3/7/2021).





Utang yang juga hadir saat akad nikah berlangsung , mengaku tak menyangka akan ada acara hiburan seperti yang viral di video yang beredar. Tarian yang ditampilkan, kata Utang merupakan tarian daerah dari Kabupaten Nias, Sumatera Utara sesuai daerah asal sang besan. Padahal, lanjut camat, jumlah tamu yang datang tidak lebih dari 20 orang.





-
Tangkapan layar video viral hajatan lurah di Depok, Jawa Barat di hari pertama pemberlakuan PPKM darurat. Foto: Hops.id




“Seharusnya tuan rumah bisa mengarahkan dan mengatur ya agar jangan sampai hiburan yang tak substanstif dengan acara akad nikah ini dibiarkan. Acara pernikahan memang tak dilarang, hanya saja ada sejumlah aturan pembatasan dan protokol kesehatan yang harus ditaati,” papar Utang.





Pihaknya, akan memanggil Lurah Pancoran Mas Suganda pada hari Senin untuk dimintai keterangan. “Sejauh ini belum ada tipiring, kami masih mengedepankan advokasi agar masyarakat memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama PPKM darurat ini,” tutur Utang.

Halaman:

Editor: Bhakti Hariani - HopsID

Tags

Terkini