Soal acara hajatan lurah, anggota DPRD Depok:’Lurah jangan yang mboten-mboten aja!’

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 22:22 WIB
Penampakan gubug-gubugan prasmanan di acara hajatan lurah di Depok. Foto: tangkapan layar video viral hajatan di Depok. Hops.id
Penampakan gubug-gubugan prasmanan di acara hajatan lurah di Depok. Foto: tangkapan layar video viral hajatan di Depok. Hops.id


Anggota DPRD Kota Depok Ikravany Hilman angkat bicara saat mengetahui viral video acara hajatan pernikahan anak Lurah Pancoran Mas yang tersebar di media sosial, Sabtu (3/7/2021). Ikra tak hanya mengkritisi seputar adanya hiburan tarian dan nyanyian yang tak memedulikan protokol kesehatan tapi juga heran dengan masih adanya sistem makan prasmanan di acara hajatan lurah tersebut.





Kepada Hops.id, Ikra menuturkan, hal yang luput dari pengamatan banyak orang adalah masih adanya gubug-gubugan yang biasa ditemui di acara hajatan. Padahal sesuai aturan PPKM darurat maupun peraturan yang dibuat oleh Pemkot Depok, saat hajatan tidak boleh ada makanan prasmanan.





-
Anggota DPRD Kota Depok Ikravany Hilman. Foto: DPRD Depok




“Mungkin banyak yang luput memperhatikan, itu ada gubug-gubugan, ini bagaimana? Jelas-jelas diatur bahwa tidak boleh ada makan prasmanan di acara hajatan. Makan ditaruh di nasi kotak dan dibawa pulang. Selesai. Masak kayak gini tak diperhatikan satgas dan juga camat? Lurah jangan yang mboten-mboten aja deh,” papar Ikra, Sabtu (3/7/2021).





Dirinya meragukan pengawasan yang dilakukan oleh Satgas, Camat dan sgenap pihak terkait.”Pengawasan seperti apa? Lha wong ini ada makan prasmanan saja dibiarkan. Ini kan berarti sejak awal sudah direncanakan kan kalau dia mau gelar acara begini, ada kumpul-kumpul, ada makan bersama,” tutur Ikra yang merupakan alumni Universitas Indonesia ini.





Dirinya juga meminta penetapan sanksi yang tegas untuk Lurah Pancoran Mas yang telah menggelar hajatan tanpa memedulikan protokol kesehatan. “Jangan hanya Habib Rizieq Shihab saja yang dihukum karena menggelar acara pernikahan putrinya. Yang seperti ini juga harus mendapatkan hukuman yang sama. Hukum harus berlaku adil sama rata sama rasa,” tegas Ikra.

Halaman:

Editor: Bhakti Hariani - HopsID

Tags

Terkini