Heboh data kematian Covid-19 akan dihilangkan dalam asesmen, Nasdem: ‘Tak bijak’

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 14:36 WIB
etugas memakamkan jenazah Covid-19,  di TPU Pondok Ranggon, Jakarta. Foto:.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
etugas memakamkan jenazah Covid-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta. Foto:. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja


Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mengatakan dihilangkannya data kematian Covid-19 merupakan langkah tidak bijak dari pemerintah.





Dia mengatakan, seharusnya pemerintah memperbaiki sistem jika memang ada kesalahan atau keterlambatan input data kematian. “Bila ada kesalahan atau keterlambatan input, harusnya proses input-nya yang dievaluasi, bukan indikatornya yang dihapus, error-nya di mana, sistemnya kurangnya apa?” kata Politisi Partai Nasdem itu seperti dikutip Hops.id dari suara.com, Kamis (12/8/2021).





-
Anggota DPR RI Nurhadi. Foto: dpr.go.id




Nurhadi memandang keberadaan angka kematian sangat penting sebagai indikator penanganan Covid-19. Bahkan, kata dia, seharusnya pemerintah dapat menyajikan lebih rinci data kematian pasien Covid-19, mulai dari pasien komorbid maupun pasien yang sudah divaksin atau belum.





“Saya kira dihapusnya indikator data kematian sangat aneh. Justru data kematian seharusnya menjadi indikator utama,” kata Nurhadi.





Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi menjelaskan terkait menghilangnya angka kematian dalam asesmen level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Halaman:

Editor: Bhakti Hariani - HopsID

Tags

Terkini

X