Cerita prajurit TNI diserang saat tidur: Kami cuma ada satu senjata saja

- Kamis, 2 September 2021 | 15:34 WIB
Gelar pasukan Kodam XVIII Kasuari
Gelar pasukan Kodam XVIII Kasuari


Pangdam Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa merespons 4 prajurit TNI yang tewas diserang kelompok separatis saat sedang istirahat. Ternyata prajurit TNI di Pos Koramil cuma ada senjata satu saja. Jenderal bintang dua itu memerintahkan pasukannya untuk kejar dan tangkap pelakunya dalam keadaan hidup atau mati.





Pangdam mengatakan penyerang prajurit TNI di posramil itu adalah Kelompok Separatis Teroris alias KST. Dalam informasi diketahui 4 TNI yang tewas itu dibunuh saat tengah beristirahat di Posramil Kisor Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat.





Satu ada senjata saja





Salah satu prajurit TNI yang selamat dari penyerangan itu mengatakan KST masuk ke Pos Koramil dengan membawa senjata api dan sempat menembaki prajurit TNI yang berusaha menyelamatkan diri. Prajurti TNI itu mengatakan posisi di pos kala itu tak ada senjata, cuma da satu senjata saja. Makanya prajurit TNI Pos Koramil pun kocar kacir diserang.





-
Ilustrasi prajurit TNI. Foto: Antara




"Senjata ada di sana (tak ada di pos) cuma satu (senjata) kita mau apa. Saya langsung lompat pintu di belakang, saya buka pintu, lompat. Mereka masih menyerang. Mereka ada senjata senapan pucuk dan senjata rakitan," kata dia dikutip dari Infokomando, Kamis 2 September 2021.





KST habisi prajurit TNI





Prajurit itu gugur dibunuh dengan senjata tajam, terlihat dari luka di beberapa tubuh ke-4 TNI yang tewas tersebut. Selain itu, setidaknya ada 1 orang personel TNI lainnya yang dikabarkan hilang. Penyerangan diduga dilakukan oleh 50 orang KKB Papua, saat pukul 03.00 WIT dinihari.

Halaman:

Editor: Amal Nur Ngazis - Hops.ID

Tags

Terkini

X