Kok bahasa Arab ciri teroris, imam besar New York: Memalukan, cara anak jalanan!

- Kamis, 9 September 2021 | 09:02 WIB
Shamsi Ali, pendiri pesantren pertama di Amerika Serikat. Foto: Antara
Shamsi Ali, pendiri pesantren pertama di Amerika Serikat. Foto: Antara


Imam besar di New York, Shamsi Ali turut protes dengan pernyataan pengamat intelijen perempuan Indonesia, Susaningtyas Kertopati yang mengatakan salah satu ciri radikal dan teroris adalah menggunakan bahasa Arab. Sang imam merasa pernyataan itu sangat memalukan dan kelasnya anak jalanan.





Sang imam ngaku nggak habis pikir kenapa bahasa Arab sebagai salah satu parameter radikal dan teroris. Imam masjid di New York Amerika Serikat, Shamsi Ali bertanya-tanya, apa iya ciri radikal teroris itu cuma dilihat dari hapalan soal nama pejabat di Indonesia dan penggunaan bahasa Arab.





Imam New York malu





Respons ini muncul buntut dari pernyataan pengamat intelijen Susaningtyas Nefo Kertopati dalam webinar yang menyebutkan ciri radikal dan teroris adalah tidak hapal nama parpol, tak pasang foto presiden dan wakil presiden, tak mau hapalkan nama-nama menteri dan menggunakan bahasa Arab.





-
Pengamat intelijen Susaningtyas Kertopati Foto: Inews




"Saya malu dengan cara pandang seorang yang disebut “pengamat. Tapi cara melihat masalah tak lebih dari anak jalanan. Sempit, pendek, tidak bermutu bahkan memalukan," kicau Shamsi Ali di akun media sosialnya, dikutip Kamis 9 September 2021.





Imam New York ini pun bertanya-tanya benarkah indikator radikalisme ukurannya itu adalah foto dan hapalan nama-nama tersebut di atas.

Halaman:

Editor: Amal Nur Ngazis - Hops.ID

Tags

Terkini