Cuma tak hafal nama parpol dianggap radikal, MUI ngamuk: Penyesat, kacau logikanya!

- Kamis, 9 September 2021 | 09:30 WIB
parpol 2019
parpol 2019


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Kiyai Muhammad Cholil Nafis menanggapi anggapan soal tak hafal nama partai politik (parpol) dan keberadaan Bahasa Arab sebagai ciri-ciri adanya radikal.





Kiyai Cholil mengaku heran dengan pernyataan tersebut, dia pun menyindir Susaningtyas bahwa tidak memahami bahasa Arab sehingga disangkutkan dengan teroris.





Oleh sebabnya dia mengatakan, Susaningtyas bukanlah pengamat melainkan sosok penyesatan.





“Mengamati atau menuduh. Gara-gara tak mengerti bahasa Arab maka dikiranya sumber terorisme atau dikira sedang berdoa hahaha. Ini bukan pengamat tapi penyesat,” ujarnya, dikutip Hops pada Kamis, 9 September 2021.





Kemudian, Kiyai Cholil juga mengomentari pernyataan Susaningtyas yang menganggap orang yang tak hafal nama-nama parpol merupakan ciri radikalisme.

Halaman:

Editor: Yosafat Diva Bayu Wisesa - Hops.ID

Tags

Terkini

X