Intip masa lalu Ali Kalora, panglima teroris Poso sadis yang tewas ditembak

- Minggu, 19 September 2021 | 06:03 WIB
Ali Kalora. Foto: Ist.
Ali Kalora. Foto: Ist.




Dia adalah salah satu pengikut pemimpin MIT bernama Abu Wardah Asy Ayarqi alias Santoso. Ia sudah mengikuti sepak terjang Santoso sejak 2011. Karena Santoso memercayainya, Kalora segera menjadi salah satu petinggi MIT menggantikan Daeng Koro yang tewas pada 2015.





Tak cuma itu, dia mengenal betul medan gerilya MIT karena daerah itu adalah tanah kelahirannya. Kemudian Santoso tewas dalam baku tembak di Pegunungan Poso, Sulawesi Tengah pada 18 Juli 2016.





Sementara itu, Ridlwan Habib, pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, menilai Kalora tak memiliki pengaruh sekuat Santoso, yang mampu merekrut puluhan orang.





-
Basri, orang nomor 2 di MIT ditangkap pada 2016.




Dia adalah 'petinggi' yang tersisa dari kelompok militan Islam yang berbasis di Poso, Sulawesi Tengah, semenjak Santoso alias Abu Wardah tewas dalam penyergapan aparat keamanan pada 2016 lalu.





Dia juga ditunjuk sebagai pemimpin kelompok itu menyusul diringkusnya pentolan kelompok Muhajidin Indonesia Timur (MIT) Basri alias Bagong, di tahun yang sama.

Halaman:

Editor: Rendra Saputra - Hops.ID

Tags

Terkini

Ekonom apresiasi keberlanjutan Program Pra Kerja

Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:51 WIB

KIB sudah punya tiket, tidak akan buru-buru

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:01 WIB