Intip masa lalu Ali Kalora, panglima teroris Poso sadis yang tewas ditembak

- Minggu, 19 September 2021 | 06:03 WIB
Ali Kalora. Foto: Ist.
Ali Kalora. Foto: Ist.




Menurut polisi, semenjak dua tahun lalu, kelompok ini mengalami penyusutan jumlah anggota, karena sebagian besar ditangkap atau tewas dalam baku tembak dengan pasukan gabungan TNI-polisi dalam operasi Tinombala.





Namun namanya mulai disebut-sebut lagi setelah temuan mayat tanpa kepala di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Montong, Sulteng, pada 2019 lalu.





Bukan figur kombatan





Kata Ridlwan, disitat BBC, Kalora bukanlah figur kombatan, tidak memiliki keahlian apa-apa, serta kemampuan gerilyanya sangat terbatas, karena dia belum pernah ke medan konflik.





Kecuali kemampuannya untuk bertahan hidup dalam pelarian. Dengan logistik yang terbatas, Kalora bisa menjadi apa saja, menyamar menjadi warga lokal, bahkan petani dan jalan sejauh itu.





-
Ilustrasi terorisme. Foto: DW.com




Sosok Ali Kalora ini, menurutnya, berbeda jauh dengan bekas pemimpin MIT, Santoso, yang tewas dalam baku tembak dengan TNI-polisi. Yang disebut terakhir ini memiliki keahlian propaganda.

Halaman:

Editor: Rendra Saputra - Hops.ID

Tags

Terkini

Ekonom apresiasi keberlanjutan Program Pra Kerja

Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:51 WIB

KIB sudah punya tiket, tidak akan buru-buru

Selasa, 4 Oktober 2022 | 18:01 WIB