Parah! Perancis tutup kantor penerbit muslim hanya karena promosikan sejarah Islam

- Selasa, 21 September 2021 | 07:46 WIB
Buku keluaran Nawa Editions. Foto: Twitter Nawa Editions
Buku keluaran Nawa Editions. Foto: Twitter Nawa Editions


Pemilihan umum yang sebentar lagi akan dilaksanakan, membuat sejumlah politisi Perancis melakukan kampanyenya yang menargetkan organisasi muslim. Terbaru, Menteri Dalam Negeri sayap kanan Perancis, Gerald Darmanin, mengumumkan di Twitter bahwa dia menentang dan menutup penerbit muslim karena diduga menjual buku-buku yang mempromosikan sejarah Islam tentang tokoh-tokoh kunci muslim yang berperang atas nama agama.





Menurut si menteri, penerbit tersebut yang dia maksud, yakni Nawa Editions memiliki garis editorial yang anti-universalis dalam kontestasi langsung nilai-nilai Barat. Dia juga menambahkan bahwa penerbit tersebut mendistribusikan beberapa karya yang melegitimasi jihad.





Salah satu karya tersebut termasuk biografi komandan militer muslim abad ketujuh Khalid ibn al-Walid. Kendati demikian, Perancis nyatanya juga melakukan tindakan standar ganda pada saat yang sama.





Negara tersebut membela tokoh-tokoh mereka era kolonial yang terus menimbulkan kontroversi atas sejarah imperialisme brutal negara itu. Giliran muslim yang mempromosikan tokoh dan kepribadian penting bagi sejarah dan identitas mereka, justru dianggap sebagai ektremis.





Menukil TRT World, Selasa 21 September 2021, dalam sebuah pernyataan, Nawa Editions mengutuk keputusan tersebut yang dinilai sebagai keputusan yang murni karena untuk kepentingan politik. Penerbit muslim itu juga mengungkapkan kekhawatiran mereka pada pergeseran model politik Perancis, menuju pembubaran organisasi muslim tanpa proses hukum.

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama - Hops.ID

Tags

Terkini