Kang satpam KPK dipecat gegara bendera HTI 'dipaksa' ngaku salah

- Senin, 4 Oktober 2021 | 14:50 WIB
Mantan satpam KPK, Iwan Ismail
Mantan satpam KPK, Iwan Ismail


Satpam KPK yang dipecat karena bendera diduga HTI, Iwan Ismail terus melawan narasi yang memojokkannya. Dalam narasi yang dibuat mantan pegawai Biro Hukum KPK, Tata Khoiriyah, Iwan sudah disidang dan dinyatakan bersalah oleh sidang internal KPK





Kang satpam tersebut pun membantah informasi tersebut. Iwan mengoreksi utasan Tata, dia belum pernah disidang etik dalam kasus dia memfoto ruangan pegawai KPK. Malahan menurut klaimnya, dia dipaksa mengakui salah soal foto bendera HTI di meja jaksa KPK di lantai 10 Gedung KPK.





Kang satpam KPK harus ngaku salah





Dalam komentarnya pada utasan yang dibuat Tata Khoiriyah, Iwan menegaskan dia belum pernah disidang oleh pengawas internal KPK. Alih-alih disidang etik, dalam komentarnya di utasan itu, Iwan ngaku dia dipaksa ngaku salah dan milih pelanggaran ringan atau pelanggaran berat.





-
Bendera HTI di meja pegawai KPK. Foto Facebook Kang Iwan Ismail




"Saya koreksi ya pernyataan mbak, saya belum masuk ranah sidang kode etik. Jadi mana mungkin ada staf ahli Kemenag yang dihadirkan, sidangnya juga tidak ada, hanya musyawarah DPP (Dewan Pertimbangan Pegawai), PI (Pengawas Internal) dan WP (Wadah Pegawai) untuk membahas berkas saya sebelum disidangkan,"tulis Kang Iwan Ismail dalam komentarnya dikutip Senin 4 Oktober 2021.





Iwan berdalih dalam hal sidang kode etik digelar, dia pastinya akan diwajibkan hadir nyatanya tidak demikian. Malahan Iwan mengaku dia dipaksa untuk ngaku salah. Tapi kalaupun ingin membuktikan dia tida bersalah dengan menghadirkan orang luar KPK, itu hal yang nyaris tidak bisa.

Halaman:

Editor: Amal Nur Ngazis - Hops.ID

Tags

Terkini

Kekayaan Hary Tanoesoedibjo

Selasa, 17 Mei 2022 | 11:50 WIB