Viral Tiga Anak Saya Diperkosa: Dipaksa tanda tangan BAP, dilabeli hoax polisi, kasus dihentikan

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 09:08 WIB
Laporan Tiga Anak Saya Diperkosa
Laporan Tiga Anak Saya Diperkosa


Seharian kemarin sampai sekarang sedang viral kisah seorang ibu di Luwu Timur yang mengeluhkan mencari keadilan bagi tiga anakanya yang diperkosa oleh ayahnya. Dalam cerita yang disajikan laman Project Multatuli dengan judul Tiga Anak Saya Diperkosa, diceritakan bagaimana ibu dari tiga anak di bawah 10 tahun melaporkan dugaan pemerkosaan ini ke kepolisian. Nah polisi merespons, mengatakan narasi Tiga Anak Saya Diperkosa itu hoaks.





Upaya si ibu untuk melapor ke kepolisian malah kesulitan, sang ibu malah diduga menderita gangguan kesehatan mental. Usut punya usut mantan suami si ibu adalah seorang ASN yang punya posisi di kantor dinas pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan lho.





Kronologi kasus Tiga Anak Saya Diperkosa





Project Multatuli mengungkapkan dugaan pemerkosaan ini terungkap pada Oktober 2019. Kala itu si ibu mendengarkan cerita anak sulungnya yang sakit di bagian vaginanya. Si ibu lalu minta si anak cerita apa yang terjadi, dan mengagetkan si anak sulung ngomong telah diperkosa ayahnya.





-
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Pixabay




Si ibu mengklarifikasi pengakuan si sulung ke dua anak lainnya, ternyata kedua anaknya itu juga diperkosa ayahnya. Jadi walau si ibu dan si ayah itu sudah berpisah, tapi si ayah kerap mendatangi ketiga anaknya selepas pulang sekolah. Nah tahu ketiga anaknya diperkosa, langsung saya di ibu itu melaporkan ke polisi.





"Lydia (si ibu-bukan nama sebenarnya) melaporkan mantan suaminya untuk dugaan pemerkosaan pada tiga anaknya yang masih di bawah usia 10 tahun. Mengadu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Luwu Timur, dan Polres Luwu Timur. Berharap mendapat perlindungan," tulis Project Multatuli dikutip Kamis 7 Oktober 2021.

Halaman:

Editor: Amal Nur Ngazis - Hops.ID

Tags

Terkini

X