Dahsyatnya dampak korupsi, KPK: awas warisan malapetaka

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:44 WIB
Ilustrasi Pemilu. Foto: Antara
Ilustrasi Pemilu. Foto: Antara


Korupsi yang menjadi salah kejahatan di Indonesia, hingga kini masih terus terjadi dan menjadi hal yang lumrah karena dilakukan banyak pejabat negara. Dibalik kondisi itu, korupsi menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Nurul Ghufron menyebut, menjadi warisan.





Ghufron bahkan menilai jika korupsi sendiri dapat merusak tatanan ekonomi serta eksploitasi sumber daya alam yang bisa menjadi warisan bagi generasi muda kedepannya.





"Gara-gara suap (korupsi), eksploitasi sumber daya alam tidak terkendali, sehingga mewarisi malapetaka kepada anak cucu," ujar Ghufron dalam keterangannya, Rabu 27 Oktober 2021.





-
Pimpinan KPK, Nurul Ghufron menyampaikan keterangan pers di gedung KPK, foto: ANTARAnews




Menurut data statistik, Ghufron mengungkap jika penanganan korupsi paling banyak dilakukan dengan modus suap, dengan angka mencapai 739 kasus. Dimana aksi korupsi dilakukan pihak swasta dengan kaitan pengurusan izin dan pengadaan barang dan jasa.





Kondisi tersebut lebih detil menurut Ghufron terjadi di banyak daerah, dalam kasus yang sudah terjadi sebanyak 27 kepala daerah dari 34 provinsi tersangkut tindak pidana korupsi.

Halaman:

Editor: Mufrod - Hops.ID

Tags

Terkini

X