Jenderal AS akui negaranya tertinggal dari China dan Rusia soal senjata hipersonik, sebut ini sebabnya

- Senin, 22 November 2021 | 10:58 WIB
Rusia berhasil ujicoba rudal hipersonik Tsirkon. Foto: The Moscow Times
Rusia berhasil ujicoba rudal hipersonik Tsirkon. Foto: The Moscow Times


Jenderal Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (AS), David Thompson memperingatkan bahwa kemampuan rudal hipersonik AS tidak semaju seperti yang dimiliki China dan Rusia. Pernyataan itu menyiratkan bahwa AS tertinggal dalam memproduksi persenjataan terbaru dan paling mutakhir tersebut.





Dalam sebuah wawancara yang dilakukan di Forum Keamanan Internasional Halifax di Kanada, Thompson menyatakan bahwa Amerika Serikat yang tertinggal dari China dan Rusia dapat merugikan keamanan nasional.





"Kita tidak secanggih China atau Rusia dalam hal hipersonik. Kita harus mengejar ketertinggalan dengan sangat cepat. China memiliki program hipersonik yang luar biasa. Ini adalah perkembangan yang sangat memprihatinkan. Itu sangat memperumit masalah peringatan strategis," ujar Thompson disitat Sputniknews, Senin 22 November 2021.





Kemudian, Thompson juga membandingkan penggunaan rudal hipersonik dengan pertarungan bola salju. Kata dia, China dan Rusia mengubah permainan untuk pertahanan dan keamanan nasional.





-
Rudal hipersonik China. Foto: NYP




"Ketika bila salju dilempar, Anda biasanya dapat memprediksi di mana itu akan mendarat. Namun, jika proyektil dilemparkan ke arah yang berbeda, akan lebih sulit untuk dideteksi, tetapi tetap akan mengenai Anda," tambah Thompson.

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama - Hops.ID

Tags

Terkini

X