Ahok kuliti kejanggalan IBC beli perusahaan mobil listrik Jerman: Kenapa tak gandeng China?

- Jumat, 26 November 2021 | 08:36 WIB
Komisaris Utama Pertamina
Komisaris Utama Pertamina




Kendati demikian apabila nantinya pengembangan mobil listrik masih kurang, tentu bisa bekerja sama atau melakukan kolaborasi dengan perusahaan lain yang mampu membantu bangsa Indonesia dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik.





Sebagai contoh, kata Ahok, IBC bisa bekerja sama dengan salah satu pabrik mobil listrik asal China yang terkenal murah, yakni Wuling.





Menggandeng perushaan mobil semacam ini bukanlah hal yang baru. Sebelumnya pemerintah juga sempat menggandeng produsen mobil besar seperti Hyundai dan KIA.





Oleh sebab itu Ahok menilai terobosan itu perlu dilakukan supaya bangsa Indonesia bisa mengembangkan sendiri kendaraan listrik.





"Lu udah tahu kok pakai perasaan kamu deh, anda mau bikin mobil listrik, udah punya aki kita, lebih baik ngembangin anak-anak ITS. Kalau anda masih kurang ngerti kenapa enggak ngajak Wuling atau yang perusahaan China 'gue mau bikinin mobil pakai merek gue, boleh nggak?' Boleh to. Masih inget nggak Hyundai jadi Bimantara, KIA jadi Timor. It's OK kenapa nggak lakuin seperti itu supaya anda bisa berkembang," tutur Ahok.

Halaman:

Editor: Yosafat Diva Bayu Wisesa - Hops.ID

Tags

Terkini