Tolak Reuni 212, Kiai NU minta rakyat pedulikan perasaan Ahok

- Minggu, 28 November 2021 | 13:57 WIB
Reuni 212 di Monas. Doc. Suara
Reuni 212 di Monas. Doc. Suara


Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU DKI Jakarta, KH Syamsul Ma’rif mengaku tak setuju dengan rencana kelompok Islam menggelar Reuni 212 di Ibu Kota. Sebab, menurutnya, ada sejumlah risiko yang nantinya harus ditanggung banyak pihak.





Dilansir Hops dari kanal Youtube PadasukaTV, Kiai Syamsul mengatakan, sebenarnya tak ada yang salah dengan kegiatan reuni. Namun, perkumpulannya harus jelas. Misalnya, bersama teman-teman sekolah, kampus, ataupun pondok pesantren.





"Ya kalau kita alumni perguruan tinggi atau sekolahan, atau pondok pesantren, itu biasanya ada reuni. Jadi ada sebuah proses belajar mengajar lalu mendapatkan ijazah, itu baru ada reuni. Ini hanya sekedar peristiwa satu hari kok reuni," ujar Kiai Syamsul, dikutip Minggu 28 November 2021.





-
Lambang NU. Foto: kholidintok.net




Kiai Syamsul berharap tokoh-tokoh masyarakat itu mendahulukan kepentingan yang lebih besar. Sebab, jika tujuannya hanya untuk keperluan politik, maka sebaiknya kegiatan tersebut tak perlu digelar sama sekali.





"Harus dipertimbangkan lagi esensinya apa reuni itu diadakan. Kalau kita lihat sejarah latar belakang adanya 212 itu karena memang semangat pada waktu itu umat Islam kepingin punya pemimpin di Jakarta, sekarang Alhamdulillah Pak Anies sudah menjadi gubernur," tuturnya.

Halaman:

Editor: Jalaludin Rumi - Hops.ID

Tags

Terkini

X