Mengenal istilah tapering dimulai bulan ini, dampak bagi Indonesia begini

- Kamis, 2 Desember 2021 | 17:43 WIB
Gedung Bank Indonesia. FotoL Antara
Gedung Bank Indonesia. FotoL Antara


Istilah Tapering bagi umum memang jarang terdengar, beda dengan pelaku pasar global yang mengerti dan memahaminya. Rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau dikenal The Fed akan mengurangi suntikan likuiditas kep pasar keuangan yang awalnya USD120 miliar hanya menjadi USD15 miliar, kebijakan itulah yang dikenal istilah tapering.





Kebijakan tapering yang akan dilakukan Bank Sentral AS sendiri sudah dimulai pada November hingga Desember 2021. Dimana targetnya kebijakan tapering diperhitungkan bisa selesai pertengahan tahun 2022.





Tapering sendiri kebijakan dimana Bang Sentral AS akan mencetak uang sebanyak-banyaknya, kemudian uang tersebut dibelanjakan obligasi pemerintah bahkan dalam kasus khusus obligasi perusahaan dengan rating yang memadai juga turut diborong.





-
Bank Indonesia (BI). Foto: Antara




Jumlah yang besar untuk dibelikan obligasi ini akan membuat harga aset pendapatan tetap tersebut naik. Kalau harga naik berarti yield turun. Dengan penurunan yield diharapkan biaya meminjam (borrowing cost) bisa turun dan appetite orang untuk pinjam uang guna ekspansi usaha atau konsumsi meningkat yang berujung pada mendorong ekonomi untuk muter lagi.





Namun konsekuensi ketika ekonomi muter lagi adalah inflasi. Bank sentral tak bisa membiarkan inflasi bergerak liar, terlalu tinggi (hyperinflation) atau terlalu rendah dan malah turun (deflation). Ketika likuiditas yang berlimpah tadi memicu inflasi maka injeksinya harus dikurangi.

Halaman:

Editor: Mufrod - Hops.ID

Tags

Terkini

Wah Giring ikut-ikutan: Kalimantan bukan untuk setan!

Senin, 24 Januari 2022 | 14:20 WIB
X